Bothok sembukan merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa yang masih digemari di sejumlah daerah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hidangan ini menggunakan daun sembukan atau Paederia foetida sebagai bahan utama.
Daun tersebut memiliki aroma khas yang cukup kuat, tetapi justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta masakan tradisional. Secara umum, bothok dibuat dari campuran kelapa parut, bumbu rempah, dan bahan pelengkap yang kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dikukus.
Pada bothok sembukan, daun sembukan memberikan aroma dan cita rasa yang berbeda dari jenis bothok lainnya. Perpaduan kelapa yang gurih, bumbu rempah, tempe, serta rasa pedas membuat hidangan ini cocok disantap bersama nasi putih hangat. Berikut ini cara membuat bothok sembukan khas Jawa, oleh Merdeka.com, Rabu (23/9/2026).
Advertisement
Mengenal Bothok Sembukan Khas Jawa
Daun sembukan juga dikenal dengan sebutan daun kentut karena memiliki aroma yang kuat ketika diremas atau dimasak. Meski demikian, daun ini telah lama dimanfaatkan dalam berbagai olahan tradisional. Untuk membuat bothok, sebaiknya pilih daun yang masih muda dan segar agar teksturnya lebih lembut serta tidak terlalu pahit.
Aroma daun sembukan biasanya menjadi semakin kuat ketika dimasak. Karena itu, proses persiapan daun menjadi salah satu bagian penting dalam cara membuat bothok sembukan khas Jawa. Daun dapat direbus terlebih dahulu hingga layu dan empuk, kemudian diperas serta dipotong-potong sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.
Selain daun sembukan, tempe dan kelapa parut menjadi bahan penting yang membentuk cita rasa bothok. Lamtoro atau petai Cina juga dapat ditambahkan untuk memberikan tekstur dan rasa yang lebih khas.
Advertisement
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
Sebelum mulai memasak, siapkan seluruh bahan agar proses pembuatan bothok lebih praktis. Untuk menghasilkan beberapa bungkus bothok, bahan yang dapat digunakan antara lain:
-
Daun sembukan muda secukupnya.
-
1 butir kelapa parut setengah tua.
-
1 papan tempe.
-
Lamtoro atau petai Cina secukupnya.
-
Daun pisang untuk membungkus.
-
Lidi untuk menyematkan bungkusan.
Jika ingin memperkaya rasa, Anda juga dapat menambahkan ikan teri, ebi kering, udang kecil, belimbing wuluh, atau irisan daun bawang. Bahan tambahan tersebut bersifat opsional dan dapat disesuaikan dengan selera.
Advertisement
Bumbu Halus Bothok Sembukan
Cita rasa bothok sembukan sangat bergantung pada bumbu yang digunakan. Siapkan bumbu berikut:
-
7 siung bawang putih.
-
5 siung bawang merah.
-
4 buah cabai merah.
-
15 buah cabai rawit atau sesuai selera.
-
2 lembar daun jeruk.
-
1 ruas jempol lengkuas.
-
1 sendok teh ketumbar.
-
2 cm kencur.
-
1/2 sendok teh garam.
-
2 sendok teh gula.
-
1/2 sendok teh penyedap rasa, jika suka.
-
1/2 sendok teh terasi, opsional.
-
4 mata asam Jawa, opsional.
Jumlah cabai dapat dikurangi atau ditambah sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan. Jika ingin rasa yang lebih gurih dan kompleks, terasi juga bisa digunakan dalam jumlah secukupnya.
Advertisement
Cara Membuat Bothok Sembukan Khas Jawa
Setelah seluruh bahan tersedia, ikuti langkah berikut untuk membuat bothok sembukan.
1. Bersihkan dan Rebus Daun Sembukan
Cuci daun sembukan hingga bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel. Remas ringan, kemudian potong-potong. Rebus daun hingga layu dan empuk. Setelah itu, tiriskan dan peras airnya. Potong kembali daun menjadi bagian yang lebih kecil agar mudah tercampur dengan bahan lainnya.
Proses perebusan ini juga membantu membuat tekstur daun lebih lembut. Jika aroma daun masih terlalu kuat, daun dapat direndam sebentar dalam air hangat sebelum digunakan.
2. Siapkan Tempe
Potong tempe menjadi beberapa bagian, kemudian rebus hingga air mendidih. Setelah matang, tiriskan dan biarkan sedikit dingin. Hancurkan tempe menggunakan tangan atau garpu hingga teksturnya menjadi lebih kecil.
Tempe menjadi salah satu bahan penting karena memberikan rasa gurih dan tekstur pada adonan bothok. Gunakan tempe yang masih layak konsumsi dan memiliki aroma normal. Hindari menggunakan bahan yang sudah rusak atau berjamur secara tidak semestinya.
3. Haluskan Bumbu
Masukkan bawang merah, bawang putih, cabai, ketumbar, kencur, lengkuas, garam, gula, dan bahan bumbu lainnya sesuai selera. Ulek hingga bumbu cukup halus dan tercampur rata.
Cabai rawit dapat diulek bersama bumbu jika ingin rasa pedasnya menyebar ke seluruh adonan. Jika menyukai sensasi pedas yang lebih ringan, sebagian cabai bisa dibiarkan utuh dan digunakan saat proses pembungkusan.
4. Campurkan Semua Bahan
Masukkan kelapa parut ke dalam wadah, kemudian campurkan dengan bumbu yang sudah dihaluskan. Tambahkan tempe yang telah dihancurkan, daun sembukan, dan lamtoro jika digunakan.
Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata. Jika adonan terasa terlalu kering, tambahkan sedikit air hangat. Cicipi terlebih dahulu untuk memastikan rasa asin, manis, dan pedas sudah sesuai selera. Tambahkan bumbu sedikit demi sedikit jika masih kurang.
5. Bungkus dengan Daun Pisang
Siapkan daun pisang yang sudah dibersihkan. Ambil sekitar 1,5 sendok makan adonan, kemudian letakkan di bagian tengah daun. Jika suka pedas, tambahkan satu atau dua cabai rawit utuh di atas adonan.
Lipat daun pisang hingga membentuk bungkusan yang rapat, kemudian sematkan kedua ujungnya menggunakan lidi. Pastikan bungkusan cukup rapat agar adonan tidak mudah terbuka ketika dikukus. Lakukan hingga seluruh adonan habis.
6. Kukus Hingga Matang
Panaskan kukusan terlebih dahulu. Setelah air mendidih dan uap cukup banyak, masukkan bungkusan bothok ke dalam kukusan. Kukus selama kurang lebih 30–45 menit atau hingga adonan matang.
Waktu memasak dapat berbeda tergantung ukuran bungkusan dan jumlah adonan. Setelah matang, angkat bothok dari kukusan dan biarkan beberapa saat agar uap panas berkurang. Aroma daun pisang, kelapa, bumbu, dan daun sembukan akan berpadu menjadi aroma khas yang menggugah selera.
Advertisement
Cara Menyajikan Bothok Sembukan
Bothok sembukan paling nikmat disantap dalam keadaan hangat. Bungkusan daun pisang dapat langsung dibuka ketika akan makan agar aroma khasnya tetap terasa. Hidangan ini cocok disajikan bersama nasi putih hangat sebagai lauk sederhana.
Untuk melengkapinya, bothok sembukan dapat ditemani tahu atau tempe goreng, sambal terasi, serta lalapan. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan aroma khas daun sembukan membuat hidangan tradisional ini memiliki karakter yang berbeda dari bothok pada umumnya.
Dengan bahan yang sederhana dan cara pembuatan yang cukup mudah, bothok sembukan bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin menikmati kembali cita rasa masakan tradisional Jawa di rumah. Kunci utamanya terletak pada kesegaran bahan, racikan bumbu, serta proses pengukusan yang cukup hingga seluruh adonan matang sempurna.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Bothok Sembukan Khas Jawa
Apa itu bothok sembukan khas Jawa?
Bothok sembukan adalah hidangan tradisional Jawa yang menggunakan daun sembukan atau daun kentut sebagai bahan utama. Daun ini memiliki aroma khas yang cukup kuat, tetapi akan menjadi lebih nikmat setelah dimasak bersama kelapa parut, tempe, lamtoro, dan bumbu rempah. Adonan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dan dikukus hingga matang.
Apa saja bahan utama untuk membuat bothok sembukan?
Bahan utamanya antara lain daun sembukan muda, kelapa parut setengah tua, tempe, dan lamtoro atau petai Cina. Hidangan ini juga dapat ditambahkan ikan teri, ebi, belimbing wuluh, atau cabai rawit sesuai selera. Bumbu yang digunakan meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, kencur, lengkuas, ketumbar, daun jeruk, garam, dan gula.
Bagaimana cara mengurangi aroma kuat daun sembukan?
Daun sembukan dapat dicuci bersih, kemudian diremas atau direbus terlebih dahulu hingga layu dan airnya berkurang. Setelah itu, daun diperas dan dicincang kembali sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya. Cara tersebut membantu mengurangi aroma yang terlalu kuat tanpa menghilangkan karakter khas daun sembukan pada bothok.
Berapa lama bothok sembukan perlu dikukus?
Bothok sembukan umumnya dikukus selama sekitar 30–45 menit dengan api sedang hingga adonan matang dan bumbu meresap. Setelah matang, bothok dapat disajikan selagi hangat bersama nasi putih, tahu atau tempe goreng, serta sambal terasi agar cita rasanya semakin lengkap.