Masalah refraksi pada mata, seperti miopia (rabun jauh), hiperopia (rabun dekat), dan astigmatisme (silinder), dapat diatasi melalui prosedur operasi Laser-Assisted in Situ Keratomileusis atau yang lebih dikenal dengan Lasik. Lasik merupakan teknik bedah refraktif yang memanfaatkan laser untuk memperbaiki gangguan penglihatan.
Dengan menjalani prosedur ini, pasien dapat menikmati penglihatan yang jelas tanpa bergantung pada kacamata. Dokter spesialis mata dari KMN EyeCare, Kevin, menjelaskan bahwa terdapat enam tahap yang harus dilalui sebelum menjalani Lasik, yang dikenal sebagai tahap pre-lasik. Ini mencakup serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang wajib dilalui oleh setiap calon pasien Lasik, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Senin(14/4/2025).
Advertisement
Pemetaan Kornea
Pemetaan atau topografi kornea sangat penting dilakukan karena Lasik berfokus pada bagian kornea mata. Setiap mata memiliki karakteristik unik yang berbeda satu sama lain, mirip dengan sidik jari atau DNA. "Hasil dari pemeriksaan ini adalah deskripsi yang mendetail dan bahkan visual mengenai bentuk dan kekuatan kornea calon pasien lasik," ungkap Kevin.
Advertisement
Pemeriksaan Produksi Air Mata
Kevin juga menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan mata sebelum prosedur Lasik sangat penting untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Hal ini juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan prosedur Lasik itu sendiri.
Salah satu pemeriksaan yang dilakukan adalah untuk mengevaluasi produksi air mata. Jika calon pasien diketahui memiliki masalah mata kering, mereka akan mendapatkan perawatan untuk kondisi tersebut terlebih dahulu sebelum dapat menjadwalkan prosedur Lasik.
Advertisement
Pengukuran ketebalan kornea adalah Proses yang Penting dalam Evaluasi Kesehatan Mata
Pemeriksaan pra-lasik yang selanjutnya adalah evaluasi ketebalan kornea. "Ini sangat menentukan apakah Anda dapat menjalani lasik atau tidak. Ada standar ketebalan tersendiri yang harus dipenuhi sebelum dilakukan lasik," jelas Kevin.
Jika ketebalan kornea calon pasien tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, maka prosedur lasik tidak dapat dilanjutkan. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan dan keberhasilan operasi. Dengan demikian, pasien harus memahami bahwa kondisi kornea mereka menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan untuk menjalani prosedur tersebut.
Advertisement
Pengujian menggunakan mikroskop spekular
Mikroskop spekular memiliki peranan yang sangat vital bagi pasien yang akan menjalani operasi lasik. Alat ini digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit atau gangguan yang mungkin terdapat pada kornea. "Adanya penyakit atau gangguan pada kornea dapat terdeteksi dengan akurat melalui pemeriksaan ini." Dengan demikian, pemeriksaan ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum prosedur bedah dilakukan.
Advertisement
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium juga sangat penting, di mana salah satunya adalah pengecekan kadar gula darah. Setiap tindakan bedah, termasuk lasik, memerlukan pemeriksaan gula darah untuk meminimalkan risiko terjadinya komplikasi. Hal ini memastikan bahwa pasien berada dalam kondisi yang aman sebelum menjalani operasi.
Advertisement
Pemeriksaan Fisik Mata
Pada tahap akhir, dokter akan memberikan obat tetes mata untuk memperbesar pupil. Proses ini bertujuan untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan retina sebelum prosedur lasik dilakukan. Setelah calon pasien menyelesaikan semua pemeriksaan yang komprehensif, dokter dapat menentukan kelayakan untuk menjalani lasik. Dengan begitu, jadwal untuk tindakan lasik dapat segera diatur.
Advertisement
Prosedur Bedah Lasik
Proses operasi lasik dimulai dengan dokter yang memberikan tetes mata anestesi untuk mematikan rasa di area mata. Selanjutnya, dokter akan membuat flap (lapisan tipis) pada kornea menggunakan pisau kecil atau laser khusus. Setelah flap dibuka, laser akan digunakan untuk mengubah bentuk kornea agar cahaya dapat masuk dengan tepat, sehingga penglihatan menjadi lebih jelas.
Flap yang telah dibuka kemudian dikembalikan ke posisi semula tanpa memerlukan jahitan. Proses pemulihan biasanya berlangsung cepat, dan banyak pasien mulai melihat dengan jelas dalam waktu satu atau dua hari setelah menjalani operasi. "Lasik kini menjadi pilihan utama bagi banyak orang yang ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata atau lensa kontak," pungkas Kevin.