Kalau Anda mengikuti pertandingan-pertandingan di Olimpiade 2020 Tokyo sampai prosesi penyerahan medali, mungkin Anda bakal menyadari adanya buket bunga mungil yang juga diberikan kepada para pemenang. Tampak bunga matahari kuning cerah dan bunga berwarna biru membentuk rangkaiannya. Ada bunga matahari, gentian biru, narcolan, haran, dan eustoma di buket bunga untuk pemenang Olimpiade 2020. Adakah makna di baliknya?
Ternyata pemilihan buket bunga tersebut bukan tanpa alasan. Dilansir AFP (31/7/2021), bunga-bunga yang digunakan dalam buket bunga untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo ditanam di tiga prefektur bagian timur laut Jepang. Wilayah tersebut sempat porak-poranda akibat bencana gempa bumi 2011, tsunami, dan kehancuran tiga reaktor nuklir.
Bangkitkan Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana Lewat Budidaya Bunga
Sekitar 18 ribu orang tewas dalam bencana yang melanda prefektur Iwate, Fukushima, dan Miyagi. Sejak bencana yang terjadi pada 11 Maret 2011, warga di sana masih berupaya bangkit. Penyelenggara berharap Olimpiade bisa menjadi ajang untuk mempromosikan daerah-daerah tersebut, namun pandemi membuat rencana itu gagal. Setelah penundaan demi penundaan terjadi, beberapa penduduk di daerah itu mengeluh bahwa penyelenggaraan Olimpiade justru mengalihkan waktu dan sumber daya dari pemulihan.
Hingga akhirnya di Fukushima, sebuah organisasi nirlaba didirikan untuk menanam bunga dengan harapan dapat mengangkat semangat daerah. Banyak bunga mekar di tanah pertanian kosong yang ditinggalkan ketika penjualan buah dan sayuran anjlok dari daerah tersebut.
NPR mencatat, beralih ke bunga juga merupakan pilihan praktis bagi beberapa produsen pertanian. Tes awal sayuran yang ditanam setelah bencana nuklir menunjukkan tingkat radiasi terlalu tinggi untuk dikonsumsi manusia, lapor Kyodo News.
"Saya berharap ada kesempatan untuk memperkenalkan seberapa banyak Fukushima telah pulih melalui bunga-bunga," kata Yukari Shimizu, salah satu penanam bunga di kota yang sebelumnya terlarang karena radiasi.
Advertisement
Mawar Tak Berduri dari Fukushima
Fukushima 'menyumbangkan' bunga-bunga narcolan dan eustoma untuk digunakan di buket buat para pemenang. Sementara Tokyo, ibukota Jepang mengirim bunga haran (Aspidistra elatior) yang juga dikenal dengan nama cast-iron-plant.
Estoma atau lisianthus dari Fukushima kadang juga disebut dengan nama mawar tak berduri. Sementara narcolan adalah tumbuhan berbunga dari genus Polygonatum yang juga dikenal dengan nama Solomon's seal.
Bunga Matahari dari Miyagi Perlambang Kenangan
Di Miyagi, orangtua yang kehilangan anak dalam bencana menanam bunga matahari di bukit tempat anak-anak mereka mengungsi dari tsunami. Tindakan pengingat ini juga telah diceritakan dalam buku anak-anak.
"Setiap tahun, bukit itu ditanami bunga matahari," kata penyelenggara. "Bunga matahari dari Miyagi mencerminkan kenangan orang-orang yang terdampak bencana."
Miyagi terkenal dengan bunga mawarnya, dan bunga matahari adalah spesialisasi baru untuk daerah tersebut. Pembudidaya bunga perlu mengembangkan keahlian dan teknologi khusus untuk menghasilkan bunga matahari kecil sesuai dengan ukuran buket bunga pemenang Olimpiade Tokyo 2020.
Advertisement
Bunga Gentian Biru dari Iwate
Sementara, Iwate dikenal lewat bunga gentian biru yang warnanya serupa lambang Olimpiade dan Paralimpiade. Tidak seperti Miyagi dan Fukushima yang menangani pertumbuhan spesies bunga baru, Iwate telah menanam bunga nilai biru setidaknya sejak 1960-an. Lima ribu buket bunga telah disiapkan untuk Olimpiade dan Paralimpiade, yang akan dibuka pada 24 Agustus, oleh Dewan Bunga Nippon dari ketiga wilayah tersebut.
Buket bunga juga menampilkan sosok kecil maskot Olimpiade, Miraitowa. Nama karakter kartun yang memakai ikat kepala kotak-kotak biru dan putih ini adalah kombinasi dari kata Jepang mirai (masa depan) dan towa (keabadian). Ini dimaksudkan sebagai perayaan masa lalu dan masa depan Jepang.
Reporter: Asnida Riani
Sumber: Liputan6.com