Beberapa orang memiliki kulit yang relatif sehat, namun bermasalah dengan bibir kering hingga pecah-pecah. Segala jenis solusi sudah dicoba, tetapi tak kunjung memberikan hasil sesuai keinginan. Kalau begitu, mungkin yang harus dicari tahu adalah penyebabnya.
Bibir pecah-pecah bisa disebabkan berbagai faktor, antara lain gizi tak seimbang, dehidrasi, hingga alergi terhadap produk tertentu. Misalnya saja pasta gigi atau kandungan di dalam lipstik.
Berikut ini kami tampilkan beberapa kemungkinan penyebab bibir pecah-pecah yang jarang diduga, dilansir dari Boldsky dan The Huffington Post.
Advertisement
Pasta Gigi
Menurut DermNet New Zealand, pasta gigi mengandung perisa buatan yang bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang. Kadang alergi berupa cheilitis (bibir bengkak) atau stomatitis (mulut bengkak). Dalam beberapa kasus, reaksi alergi yang terus berulang menyebabkan kulit bibir pecah-pecah. Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.
Jika Anda mengalami bibir pecah-pecah yang tak kunjung sembuh, tak ada salahnya mencoba mengganti pasta gigi yang biasa dipakai. Pilih pasta gigi dengan bahan herbal untuk pencegahan.
Advertisement
Kebiasaan Menjilat Bibir
Menurut Jessica Wu, MD., menjilati bibir tidak akan menjadikan bibir lebih lembap. Ludah akan mengering dalam waktu singkat dan bibir jadi lebih kesat daripada semula. Pasalnya cairan ludah memang cukup keras, bisa menjadikan bibir kering.
"Ludah berfungsi untuk mencerna makanan. Karena itulah bisa menjadikan bibir kering."
Advertisement
Lip Balm
Dalam banyak kasus, stik pelembap bibir ini justru menyebabkan bibir semakin kering. Ada dua hal yang kemungkinan menjadi penyebabnya. Pertama, kandungan agen oklusif yang berfungsi menahan kelembapan tidak seimbang dengan kadar humektan seperti gliserin dan hyaluronic acid. Menurut Leslie Baumann, MD., jika humektan tidak dikombinasikan dengan agen oklusif seperti lilin lebah dan shea butter, kulit bibir akan semakin kering.
Kemungkinan kedua, lip balm mengandung bahan-bahan yang bisa membangkitkan reaksi alergi seperti menthol, alkohol, vitamin E, dan pewangi berlebih. Sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan madu atau minyak tumbuhan yang lebih cocok dengan kulit.
Advertisement
Long-wear & Matte Lipstick
Cybele Fishman, MD. mengatakan jika long-wear lipstick juga bisa menyebabkan bibir kering. Begitu juga dengan lipstik matte yang bisa menjadikan bibir kesat. Saat kulit bibir sedang bermasalah, sebaiknya hentikan penggunaan lipstik matte atau long-wear terlebih dahulu.
Gunakan salep yang mengandung emollient atau madu alami untuk mengobati bibir kering.
Advertisement
Menarik Kulit Bibir yang Terkelupas
Eksfoliasi memang penting untuk peremajaan kulit bibir. Tetapi jangan sekali-sekali melakukan hal ini pada saat kulit bibir sedang mengelupas. Menarik lepas kulit yang mengelupas dengan tangan justru bisa menyebabkan infeksi. Akibatnya, kondisi bibir kering jadi semakin parah.
Anda disarankan untuk tidak melakukan eksfoliasi lebih dari sekali dalam seminggu. Jika kulit termasuk sensitif, lakukan dua minggu sekali. Gunakan eksfoliator yang lembut seperti enzyme peel, parutan nanas, atau pepaya lumat.
Advertisement
Mengunyah Permen Mint atau Produk yang Mengandung Kayu Manis
Meskipun bisa memberikan efek segar dan mendinginkan, mint dan kayu manis bisa menimbulkan iritasi bagi mereka yang rawan alergi. Anda bisa memilih produk penyegar atau permen yang tidak mengandung kedua bahan ini. Makan buah apel, seledri, kemangi, atau kenikir juga bisa membantu menyegarkan napas secara alami.
Advertisement
Hipotiroid
Hipotiroid merupakan salah satu kondisi medis yang bisa menyebabkan bibir Anda kering dan pecah-pecah. Hal ini terjadi ketika kelenjar tiroid gagal memproduksi jumlah hormon yang diperlukan. Dalam kondisi ini, lapisan atas kulit menjadi lebih tebal dan Anda mulai merasakan gatal di bagian kulit yang mengering.
Bibir yang kering dan pecah-pecah mungkin merupakan indikasi awal gangguan tiroid. Jadi konsultaksikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.
Advertisement
Infeksi Jamur
Jika bibir Anda pecah-pecah, terutama dengan sedikit retakan di dekat sudut mulut, kemungkinan besar Anda mengalami atau akan mengalami infeksi jamur. Dalam situasi seperti itu, langkah terbaik adalah menghindari menjilati bibir dan area di sekitarnya agar jamur tidak tersebar dengan bantuan air liur. Minum banyak air dan menjaga agar tubuh tetap terhidrasi adalah langkah pencegahan penting yang harus Anda ikuti.
Advertisement
Paparan Sinar Matahari
Suasana dan cuaca di sekitar kita juga bisa mempengaruhi tubuh secara signifikan, dari sisi eksternal maupun internal. Paparan sinar matahari ekstrem misalnya, bisa mengakibatkan luka bakar ringan hingga sedang. Juga bisa membuat kulit terkelupas dan area bibir pecah-pecah.
Untuk menghindari hal ini, memberikan perlindungan pada bibir dengan lip balm yang mengandung tabir surya merupakan langkah terbaik. Minum banyak cairan juga membantu kulit bibir senantiasa terhidrasi.
Advertisement
Dehidrasi dan Gizi tak Seimbang
Dehidrasi adalah alasan utama untuk bibir pecah-pecah. Jadi untuk menghindari bibir pecah-pecah, minum sedikitnya 2-3 liter air setiap hari. Konsumsi buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan vitamin seperti mentimun, tomat, semangka, jeruk, dan melon juga bisa membantu. Intinya setiap hari tubuh harus selalu terhidrasi agar kulit juga tidak mengalami kekeringan.