Hormati Gajahmada, umat Hindu sakralkan Air Terjun Madakaripura

Dianggap suci, pelancong diminta tak hina Air Terjun Madakaripura.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Hormati Gajahmada, umat Hindu sakralkan Air Terjun Madakaripura
Madakaripura. ©2015 Merdeka.com

Pada hari Sabtu (29/9), tim merdeka.com berkesempatan mengunjungi Air Terjun Madakaripura yang dianggap sebagai tempat pertapaan terakhir Gajahmada. Tiket masuk yang ditawarkan terbilang sangat murah, yakni hanya Rp 5.000.

Di pintu masuk Madakaripura, pelancong disambut oleh patung Gajahmada yang berada dalam posisi bersila. Di bawah kaki patung yang berselimut kain kuning, sesajen dan dupa terlihat saling tumpang tindih.

"Umat Hindu sangat menghormati sosok Gajahmada yang mampu mempersatukan nusantara. Oleh karenanya, tempat ini dianggap sakral oleh mereka," ungkap Suman, salah seorang pemandu wisata, kepada merdeka.com.

Suman menambahkan bahwa umat Hindu di sekitar Bromo rajin sembahyang di Air Terjun Madakaripura. Selain karena kontribusinya dalam menyatukan tanah air, umat Hindu juga menganggap Gajahmada sebagai leluhur mereka.

"Bukan cuma dari sekitar sini, dari mana-mana biasanya juga datang untuk sembahyang," imbuh Suman.

Penjelasan Suman juga diamini oleh Pak Suhardi, salah satu warga yang tinggal di kawasan Air Terjun Madakaripura. "Tempat ini dianggap suci oleh masyarakat Tengger yang menghuni kawasan Bromo. Jadi jangan sembarangan menghina air terjun ini, karena ini sakral, suci," tuturnya.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan prosesi mendak tirta (mengambil air suci), yang menjadi prosesi awal dari upacara Yadnya Kasada, masyarakat Tengger juga mengambil air di situs peninggalan Gajah Mada ini.

Selain Air Terjun Madakaripura, ada beberapa sumber air lain yang menjadi tempat dilakukannya mendak tirta, yakni sumber air di Gunung Widodaren dan sumber air di sekitar Pura Senduro Lumajang. Air tersebut kemudian dibawa sebagai kelengkapan untuk menggelar upacara Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten, yang berada di kaki Gunung Bromo.

Rekomendasi