PPKM Turun Level, Waspadai Risiko yang Dibawa Travel Revenge Warga

Minggu, 29 Agustus 2021 20:02 Reporter : Tantri Setyorini
PPKM Turun Level, Waspadai Risiko yang Dibawa Travel Revenge Warga Kawasan Puncak masih macet. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah putuskan untuk melanjutkan kebijakan PPKM di semua wilayah terdampak Covid-19. Meskipun begitu, level PPKM sebagian daerah dinyatakan turun dari Level 4 ke Level 3, termasuk di wilayah Jabodetabek. Terkait hal ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengingatkan soal peluang terjadinya revenge travel alias perjalanan balas dendam.

"Seandainya dilonggarkan lagi, saya ingatkan revenge tourism. Karena sudah beberapa minggu terakhir PPKM Level 4, begitu dibuka untuk berkegiatan di luar, orang juga ingin berlomba-lomba ke luar," kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin, 23 Agustus 2021.

Indikasi travel revenge sudah mulai tampak. Jalur Garut-Bandung yang sebelumnya hanya ditempuh dalam 1,5 jam hingga 1 jam 45 menit saja, kini mencapai 2,5 jam. Begitu pula dengan okupansi hotel dan tingkat kunjungan ke mal.

"Di hotel yang saya menginap di Garut, okupansinya sudah merangkak ke 50 persen," ujarnya.

Meskipun menyambut positif, ia mengingatkan masyarakat untuk terus berhati-hati agar kembalinya mobilitas secara perlahan tidak memicu ledakan kasus Covid-19 lagi. Untuk itu, ia menekankan agar semua pihak menjaga protokol kesehatan, menggenjot vaksinasi, dan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

"Jangan sampai ledakan wisatawan justru meningkatkan jumlah penularan Covid-19," kata Sandiaga.

Jadikan Kasus Gelombang Covid-19 di AS sebagai Pelajaran

Sandi berharap Indonesia tidak mencontoh kasus yang terjadi di Amerika Serikat. DKI Jakarta, terutama, harus berhati-hati agar tidak lalai menjaga protokol kesehatan hanya karena merasa tingkat vaksinasinya sudah tinggi.

"Jangan sampai seperti di AS, vaksinasi tinggi, lepas masker, akhirnya hadapi peningkatan Covid-19. Ini harus dilawan dengan CHSE dan prokes, tapi kita enggak tahu sampai berapa lama," ia menerangkan.

2 dari 3 halaman

Kartu Vaksin Terintegrasi CHSE

Sandiaga juga menyinggung soal pengintegrasian kartu vaksin sebagai akses ke tempat wisata, restoran, dan hotel yang tersertifikasi CHSE. Semuanya terkoneksi di aplikasi PeduliLindungi.

"Baru saja dibahas rinci dalam rapat yang dipimpin Pak Luhut bagaimana sertifikat vaksin terkoneksi di aplikasi PeduliLindungi sehingga berbagai destinasi wisata kita integrasikan, termasuk resto tersertifikasi CHSE," sambung dia.

Pada tahap pertama, pihaknya akan melaksanakan beberapa pilot project sembari terus dievaluasi. Tujuannya agar kebijakan itu bisa berkeadilan, tidak pilih kasih, dan berdampak positif bagi kesehatan dan ekonomi daerah.

"Dan lapangan pekerjaan bisa diprioritaskan," ujarnya seraya menyebut aplikasi PeduliLindungi sejauh ini baru diunduh 38 juta kali.

3 dari 3 halaman

Sertifikasi CHSE

Di lain pihak, Menparekraf mengakui bahwa jumlah sertifikasi CHSE ini masih sangat terbatas. Karena itu, ia akan meningkatkan cakupan sertifikasi CHSE, mematangkan perencanaan, serta memastikan agar pengelola parekraf memahami penerapannya di lapangan.

"Kesiapannya harus terus kita tingkatkan. Dalam rakor yang dihadiri saya dan Mba Wamen, kami diminta terus menyiapkan agar pengelola parekraf paham. Gold standard kita adalah gunakan aplikasi PeduliLindungi untuk pastikan data dan sisi kesehatan diprioritaskan," sahutnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo menyebut baru 5.800 usaha pariwisata di seluruh Indonesia yang tersertifikasi di 2020. Tahun ini, pihaknya menargetkan tambahan 6.200 usaha wisata dan ekonomi kreatif yang tersertifikasi CHSE.

"Di tahun ini sudah 5.700 pendaftar yang masuk. Kami meng-encourage agar mereka mendaftar secara online melalui website kami," ia berkata seraya menyebut hingga 20 Agustus 2021, baru 1.104 pendaftar yang lulus sertifikasi CHSE pada tahun ini.

Reporter: Dinny Mutiah
Sumber: Liputan6.com [tsr]

Baca juga:
Serunya Berkeliling Paris dengan Bus Amfibi
Mengunjungi Museum Es Krim di Singapura
Bali Masuk Daftar Destinasi Wisata dengan Sunset Terindah di Dunia
Menyusuri Jejak Peradaban Mesir Kuno di Kuil Karnak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini