Pakaian yang Dikenakan Tunangan Jeff Bezos Bikin Mark Zuckerberg Melirik, Serta Fesyen Unik Lainnya saat Pelantikan Donald Trump

Proses pelantikan Presiden Amerika terpilih, Donald Trump, ternyata menghadirkan fesyen-fesyen unik yang membuat orang melirik, siapa saja ya?

Dinny Mutiah
Oleh Dinny Mutiah - Reporter
Pakaian yang Dikenakan Tunangan Jeff Bezos Bikin Mark Zuckerberg Melirik, Serta Fesyen Unik Lainnya saat Pelantikan Donald Trump
(dok. Kenny Holston/The New York Times via AP, Pool) (© 2025 Liputan6.com)

Pelantikan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada Senin, 20 Januari 2025, menghasilkan berbagai momen unik. Salah satu sorotan datang dari pilihan busana para tamu, termasuk Lauren Sanchez, tunangan Jeff Bezos. Ia tampil menawan dengan setelan blazer dan celana panjang putih, yang mengingatkan pada gaya Hillary Clinton di tahun 2017. Namun, berbeda dengan Hillary, Lauren memilih untuk memperlihatkan bra berenda putihnya di balik blazer, yang langsung menuai kritik karena dianggap tidak sesuai untuk acara formal seperti pelantikan presiden.

Kontroversi bukanlah hal baru bagi Lauren. Tahun lalu, penulis buku anak-anak berusia 55 tahun ini juga menarik perhatian saat mengenakan gaun korset di sebuah undangan makan malam kenegaraan di Gedung Putih. Kali ini, penampilannya yang mencolok berhasil menarik perhatian CEO Meta, Mark Zuckerberg. Dalam sebuah foto, Mark terlihat melirik ke arah dada Lauren saat ia berbincang dengan Jared Kushner dan Jeff Bezos, dan foto tersebut menjadi viral di media sosial.

Banyak warganet yang menjadikan momen tersebut sebagai meme. "Ini terlihat tidak nyata," ungkap salah satu pengguna yang terkejut, seperti yang dilansir dari Economic Times, Selasa (21/1/2025). Pengguna lain berkomentar, "Kasihan Zuck---sekarang menjadi meme abadi. Saya tidak ingin berada di posisinya di rumah!" Sementara itu, ada juga yang bercanda, "Langkah yang luar biasa!"

Mark Zuckerberg melirik singkat ke arah dada Lauren Sanchez, tunangan Jeff Bezos. (dok. X @CNviolations)
Mark Zuckerberg melirik singkat ke arah dada Lauren Sanchez, tunangan Jeff Bezos. (dok. X @CNviolations)

Putri Ivanka Trump Jadi Penerus Trendsetter

5 Momen Fesyen Unik di Pelantikan Donald Trump, Bra Tunangan Jeff Bezos Bikin Mark Zuckerberg Melirik
(dok. Kenny Holston/The New York Times via AP, Pool) © 2025 Liputan6.com

Tidak dapat disangkal bahwa Ivanka Trump, putri tertua Donald Trump, memiliki gaya berpakaian yang mencolok. Pada saat pelantikan ayahnya, ia terlihat berdiri di sebelah kiri ibu sambungnya, dengan penampilan yang kontras dari busana hijau yang dikenakan oleh rumah mode Dior.

Mantan penasihat presiden tersebut mengenakan rok pensil berwarna hijau hutan, dilengkapi dengan ikat pinggang hitam tipis di atas jaket asimetris yang dipadukan dengan sepatu hak hitam. Rambutnya disanggul rendah, dan ia mengenakan topi baret berwarna hijau yang senada. Sebagai pelengkap penampilannya, ibu dari tiga anak ini membawa tas Lady Dior berwarna hitam.

Sementara itu, putri pertamanya dengan Jared Kushner, Arabella Rose, juga tampil dengan gaya yang tidak kalah menarik. Remaja berusia 13 tahun ini melakukan debut fesyennya di samping ibu dan dua saudara laki-lakinya, mengenakan mantel jubah berwarna camel yang dipadukan dengan celana serasi.

Arabella tampak menyatu dengan para wanita dewasa di keluarganya, karena mereka memilih palet warna monokromatik dalam penampilannya. Mengutip dari USA Today, ia dianggap sebagai calon 'ikon fesyen' di masa depan.

Topi Melania Trump dan Usha

Momen Donald Trump Mau Cium Istri tapi Terhalang Topi
Donald Trump mencoba mencium istrinya, Melania Trump saat tiba di upacara pelantikannya sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat di Rotunda Gedung Capitol AS, Washington, pada Senin (20/1/2025). ©REUTERS

Sejak sebelum diambilnya sumpah jabatan, topi yang dipakai Melania Trump sudah mencuri perhatian publik. Topi bertepi lebar tersebut adalah karya desainer Amerika, Eric Javitz, dan banyak pengamat yang menilai bahwa topi itu mengandung pesan tersembunyi.

Namun, pandangan warganet berbeda mengenai makna yang terkandung di dalamnya. Topi berwarna biru tua dan berukuran besar itu dianggap mirip dengan pakaian untuk pemakaman. Tepi topi yang panjang membuatnya terkadang menutupi wajahnya sepenuhnya. Selain itu, topi tersebut juga disebut sebagai anti-ciuman karena pipi Donald Trump tidak dapat menyentuh pipi istrinya.

Di sisi lain, istri Wakil Presiden JD Vance yang memiliki darah India, Usha, memilih untuk tampil lebih cerah, mengingatkan pada gaya ikonis Jackie O. Kennedy. Menurut kutipan dari USA Today, Vance mengenakan gaun mantel kasmir berwarna merah muda pastel yang khas dari Oscar de la Renta — warna yang tampaknya sangat identik dengan warisan keluarga Kennedy.

Gaun berwarna pink ini juga dikenakan oleh Kennedy pada hari suaminya dibunuh pada tahun 1962. Usha memodernisasi penampilannya dengan sepatu bot setinggi lutut berwarna suede merah. Dia juga melengkapi penampilannya dengan anting-anting berbentuk bunga besar dan tas genggam kecil.

Kalung Cangkang Kerang Lambang Perlawanan

5 Momen Fesyen Unik di Pelantikan Donald Trump, Bra Tunangan Jeff Bezos Bikin Mark Zuckerberg Melirik
(dok. Kenny Holston/The New York Times via AP, Pool) © 2025 Liputan6.com

Hakim Mahkamah Agung Ketanji Brown Jackson memilih untuk menyampaikan pernyataan melalui pilihan fesyennya pada hari pelantikan presiden AS yang kontroversial untuk kedua kalinya. Alih-alih mengenakan gaun putih yang biasa, ia memilih untuk mengenakan kalung terbuat dari cangkang kerang yang menjuntai dan menutupi bagian dadanya.

Kalung tersebut, yang dikenakan oleh hakim yang diangkat oleh Partai Demokrat, dipadukan dengan anting-anting yang senada. Menurut Vogue, kerang pernah digunakan sebagai alat tukar dalam budaya Afrika, namun saat ini kerang tersebut dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap perbudakan. Cowrie sering kali diasosiasikan dengan kewanitaan, yang mungkin terkait dengan isu pencabutan hak federal atas aborsi yang ingin dilindungi oleh Jackson.

Segera setelah pelantikannya, Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menyatakan bahwa Amerika Serikat hanya akan mengakui dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Kebijakan ini bertentangan dengan upaya pemerintahan Joe Biden yang memperluas pengakuan terhadap identitas gender, termasuk dalam dokumen resmi seperti paspor. "Mulai hari ini, kebijakan resmi pemerintah AS adalah bahwa hanya ada dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan," ungkap Trump dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden AS.

Rekomendasi