Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menikah tanpa anak, pilihan atau gaya hidup?

Menikah tanpa anak, pilihan atau gaya hidup? Ilustrasi menikah. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Kzenon

Merdeka.com - Setiap pasangan tentu memiliki pemikiran sendiri tentang apa yang hendak mereka lakukan pada pernikahan mereka. Sebagian besar pasangan umumnya ingin memiliki keturunan setelah menikah. Namun, tak sedikit pula yang akhirnya memutuskan untuk mengadopsi anak karena masalah infertilitas yang membuat pasangan sulit mempunyai anak. Hal itu wajar karena dilandasi masalah medis yang sukar untuk dipecahkan.

Namun, bagaimana jika keputusan tidak memiliki anak itu justru dilatarbelakangi karena gaya hidup modern saat ini?

Sebagaimana dilansir dinklife.com, penelitian yang dilakukan terkait pernikahan tanpa anak angkanya terus meningkat menjadi cukup ekstrem. Ambisi karir yang kuat, tekanan sosial, dan kondisi ekonomi yang penuh gejolak menjadi alasan banyak pasangan tidak ingin memiliki anak.

Laura Carroll adalah seorang penulis dari San Francisco yang 10 tahun lalu menulis sebuah buku berjudul Families of Two: Interviews with Happily Married Couples Without Children by Choice.

Dalam bukunya, Laura menulis bahwa kebanyakan orang mungkin menyebut masalah keuangan, hubungan percintaan, dan pekerjaan sebagai alasan mengapa mereka tidak ingin memiliki anak. Terlepas dari itu semua, jauh dari dalam lubuk hati mereka, setiap pasangan tidak bisa berbohong bahwa motif emosional yang menjadi alasan sejujurnya mengapa mereka tidak berpikir memiliki anak.

Families of Two yang ditulis oleh Laura juga memaparkan bahwa menikah tanpa anak memang bukan mainstream, sehingga pasangan yang menjalani hubungan ini sering dicap tidak suka atau membenci anak-anak. Tak sedikit pula yang menghujat keputusan mereka yang menentang kodrat dan memperingatkan bahwa mereka akan menyesali keputusan tersebut di kemudian hari.

Semua kembali kepada Anda dan pasangan. Menikah tanpa atau dengan anak, semua keputusan ada di tangan kalian. Dengarkan apa kata hati kecil Anda dan ikuti intsruksinya. Pernikahan adalah sebuah janji suci yang mengikat Anda dan pasangan. Jadi, pastikan Anda telah mengambil keputusan yang tepat bersama pasangan Anda. (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP