Menguak Misteri Kematian Wanita Tercantik dalam Sejarah Inggris
Merdeka.com - Perempuan Inggris ini dikenal sebagai sosialita yang paling dipuja di Inggris pada abad 18. Kecantikannya membuat pria dan wanita kagum. Kabarnya, orang rela membayar sejumlah uang hanya untuk melihat sepatunya. Namun hidupnya justru berakhir karena menjadi budak kecantikan.
Menurut buku Some Old Times Beauties oleh Thomas Willing, Maria Gunning, Countess of Coventry sama sekali bukan keturunan bangsawan. Dia bahkan sempat mencari nafkah sebagai aktris teater, sebuah profesi yang dianggap kurang terhormat pada masa itu. Namun latar belakangnya yang 'kurang terhormat' tertutupi oleh pesona fisiknya yang luar biasa, hingga dia bisa menaklukkan hati seorang earl.
Gunning dan saudara perempuannya, Elizabeth meraih status selebriti di kalangan bangsawan. Bahkan setelah menikah dengan Earl of Coventry, Gunning bersaudara, terutama Maria, tidak pernah kehilangan popularitas. Dilansir DailyMail, kabarnya sang countess sampai harus mendapat pengawalan saat berjalan-jalan di Hyde Park. Pasalnya banyak orang berkerumun untuk sekadar mengagumi kecantikannya dari dekat.

Photo credit: Joan-Etienne Liotard
Jill Tovey, pengelola Croome, properti yang sempat dimiliki keluarga Coventry menjabarkan kecantikan Gunning yang tiada tara.
"Kami dengar dia begitu cantik, kerumunan orang berdiri di Hyde Park London hanya untuk melihat dia lewat dan tak jarang yang sampai pingsan karena kagum. Lebih lanjut lagi, konon seorang pembuat sepatu di Worcester mendapat cukup banyak uang dengan menarik biaya kepada orang-orang hanya untuk melihat sepatunya.

Sayangnya perempuan yang menjadi pujaan Inggris itu meninggal karena kecantikannya sendiri. Gunning meregang nyawa karena keracunan darah akut. Menurut dugaan, penyebabnya adalah makeup berbahan timbal yang selalu dia gunakan seumur hidupnya.
Gunning terobsesi dengan makeup untuk membuat wajahnya terlihat semakin memukau. Sang countess selalu menggunakan bedak yang mengandung senyawa timbal, hidroksida, dan karbonat untuk memutihkan kulit wajahnya. Untuk menjadikan bibirnya merah, Gunning menggunakan perona berbahan merkuri.
Diduga makeup berbahaya itu meresap ke pori-pori sang countess dan membunuhnya perlahan-lahan. Gunning meninggal pada tanggal 30 Semptember 1760. Saat itu usianya masih 27 tahun. Kabarnya sebelum meninggal Gunning sudah mundur dari kehidupan sosialita dan mengurung diri, sebab wajah jelitanya telah rusak karena bahan kimia dari riasan.
(mdk/tsr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya