Mengapa kebanyakan supermodel berasal dari Brasil?

Jumat, 9 Februari 2018 13:57 Reporter : Tantri Setyorini
Mengapa kebanyakan supermodel berasal dari Brasil? Model-model asal Brasil. © Victoria's Secret/Getty Images

Merdeka.com - Dunia fashion seolah-olah dikuasai wanita Brasil. Mereka yang berstatus supermodel dan meraup bayaran termahal adalah nama-nama seperti Adriana Lima, Izabel Goulart, Alessandra Ambrosio, Lais Ribeiro, Isabeli Fontana, serta Ana Beatriz Barros.

Model Brasil paling terkemuka tentu saja Gisele Bundchen, pemegang rekor sebagai supermodel dengan bayaran tertinggi selama 15 tahun. Sementara model-model Brasil yang terhitung masih 'segar' seperti Barbara Fialho, Luma Grothe, Lais Oliveira, dan Daniela Braga mulai meraih kesuksesan yang tak bisa dikatakan sepele. Dan deretan fakta-fakta ini membawa kita kepada satu pertanyaan, mengapa kebanyakan supermodel berasal dari Brasil?

model model asal brasil

Model-model asal Brasil © Victoria's Secret/Getty Images


Sedikit banyak kesuksesan Gisele mempengaruhi tren ini. Tak sedikit agen model yang menganggap bahwa kulit putih, rambut terang, dan paras Jerman seperti model kelahiran Rio Grande do Sul itu adalah formula kesuksesan. Jadi mereka pun mencari Gisele-Gisele lain di tanah kelahirannya.

Gisele berasal dari wilayah selatan Brasil yang menjadi rumah bagi anak-anak berdarah campuran Italia dan Jerman. Menurut Allison Chornak, seorang agen model kepada The New York Times, calon model yang ideal biasanya memiliki darah Jerman, Italia, Rusia, atau Slavia. Perpaduan tersebut menghasilkan gadis-gadis jangkung dengan kulit cerah, rambut lurus, dan mata berwarna terang.

allison chornak sedang memotret remaja brasil yang ditawari menjadi model

Allison Chornak sedang memotret remaja Brasil yang ditawari menjadi model © The New York Times/Joao Pina


Hal yang sama juga dibenarkan oleh Clovis Pessoa, seorang agen model lain. "Jika seorang model top memiliki ciri-ciri wajah Jerman dan hidung Rusia, saya akan melakukan riset ilmiah dan mencari kota-kota yang pernah dijajah Jerman dan Rusia di bagian selatan Brasil untuk mencari wajah-wajah yang sejenis," tuturnya.

Dilson Stein yang menemukan Gisele dan Alessandra menyebut Rio Grande do Sul sebagai peti harta karun untuk mencari gadis yang berbakat menjadi model.

Selain itu, 'memancing' gadis cantik yang bersedia menjadi model di negara seperti Brasil dan terutama Rio Grande do Sul tergolong lebih mudah daripada Amerika Serikat atau Inggris. Bahkan di Amerika Serikat pun, kebanyakan model ditemukan di kota-kota kecil. Gadis-gadis berpotensi di kota besar biasanya sudah bergabung dengan agensi atau justru tidak berminat menjadi model.

"Para agen akan mendatangi tempat-tempat yang mereka anggap belum maju secara ekonomis," kata Ashley Mears, ahli sosiologi yang mempelajari industri modelling dalam wawancara dengan The Atlantic.

model model asal brasil

Model-model asal Brasil © Victoria's Secret/Getty Images


Walaupun begitu, sosok seperti Gisele, Barbara, dan Isabeli sebenarnya tidak mewakili populasi masyarakat di Brasil yang kebanyakan tidak berkulit putih. Orang-orang Brasil sendiri menganggap wanita berkulit gelap lebih seksi.

Saat ini mulai banyak model berkulit hitam yang berhasil meraih kesuksesan di kancah internasional. Namun jumlah mereka tentu masih belum bisa dibandingkan dengan wajah-wajah seperti Behati Prinsloo dan Candice Swanepoel.

"Saya heran Brasil tidak bisa mengekspor yang seperti Naomi Campbell, dan itu jelas bukan karena kurangnya wanita kulit hitam yang cantk," tutur Erika Palomino, konsultan fashion di Sao Paulo. "Memalukan sekali." [tsr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini