Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keping batu raksasa di pulau ini dulunya adalah mata uang kuno

Keping batu raksasa di pulau ini dulunya adalah mata uang kuno Koin batu di Pulau Yap. ©2014 Merdeka.com/Flickr via Amusing Planet

Merdeka.com - Kepingan batu-batu raksasa ini disebut dengan nama Batu Rai. Letaknya di Pulau Yap, sebuah pulau di Samudera Pasifik yang tergabung dalam Republik Federasi Mikronesia. Menurut Amusing Planet pulau itu hanya seluas sekitar 100 kilometer persegi dan penduduknya berjumlah sekitar 12.000 orang. Pulau ini tidak memiliki sumber daya alam berlimpah dan sebagian besar penduduknya masih menjalani gaya hidup yang tradisional. Tetapi satu hal yang unik dari pulau ini adalah batu Rai, keping-keping raksasa dari batu kapur. Batu Rai berbentuk lingkaran besar dengan lubang kecil di bagian tengah. Bentuknya mirip dengan koin zaman dulu. Tinggi koin ini bisa mencapai 12 meter dan berat 4 sampai 6 ton masing-masing.Rai terbuat dari batu kapur. Batu kapur ini sendiri merupakan campuran antara batu aragonit dan kalsit. Keduanya merupakan sejenis kristal yang dianggap berharga oleh penduduk Yap. Batu ini dulunya digali dari tambang di pulau Palau yang letaknya sekitar 400 kilometer dari Yap. Kedua batu itu tidak dapat ditemukan di Yap, karena itulah penduduk Yap sangat menghargainya.

di pulau yap

Photo by Flickr/Zinnie

di pulau yap

Photo by Flickr/Abattistel Kepingan ini dulunya berfungsi sebagai mata uang. Penduduk Yap dan Palau menggunakan keping Rai tersebut untuk berdagang. Koin batu itu bisa diperjualbelikan dan dimiliki seperti layaknya aset bergerak. Transaksi atau kepemilikannya pun dicatat dalam secara tertulis. Koin Rai yang paling kecil biasanya memiliki diameter 7-8 cm. Dengan ukuran seperti itu Rai jadi lebih mudah ditransaksikan. Tetapi semakin besar batu Rai yang dibuat dan semakin rumit teknik yang digunakan, semakin besar pula nilainya. Kadang saking besarnya sampai tidak bisa dipindahkan sama sekali.

di pulau yap

Photo by Flickr/Ctsnow Butuh waktu dan usaha ekstra untuk mengangkut batu Rai yang bernilai tinggi. Dalam beberapa kasus orang-orang yang mengangkut batu Rai sampai mati di perjalanan. Dan hilangnya nyawa si pengangkut batu ini semakin mengukuhkan nilai Rai yang diangkut tadi di mata orang-orang Yap.

di pulau yap

Photo by Flickr/Ctsnow

Transaksi ekonomi dengan menggunakan batu Rai berlangsung selama berabad-abad. Kebiasaan ini berhenti pada awal abad 20 akibat konflik antara Spanyol dan Jerman yang berimbas hingga ke daerah Yap dan sekitarnya. Apalagi ketika pasukan Kekaisaran Jepang mengambil alih Yap selama Perang Dunia II. Banyak batu Rai yang digunakan untuk material konstruksi atau jangkar kapal.Sekarang orang Yap lebih memilih menggunakan mata uang modern untuk transaksi ekonomi sehari-hari. Tetapi batu Rai sendiri masih digunakan untuk transaksi sosial yang penting dan bersifat tradisional. Misalnya saja pernikahan, warisan, atau sebagai tanda aliansi antara dua keluarga. Karena itulah jika Anda berkunjung ke Pulau Yap, Anda masih bisa menemukan keping-keping Rai bertebaran di seantero pulau. (mdk/tsr)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP