Ini 2 kata yang membedakan si pecundang & mereka yang bisa melakukan segalanya

Senin, 13 November 2017 04:04 Reporter : Tantri Setyorini
Ilustrasi sukses. ©shutterstock.com/Dusit

Merdeka.com - Pikiran memang senjata yang ampuh untuk mendorong seseorang melakukan banyak hal. Berbekal niat dan tekad saja manusia bisa melakukan hal-hal yang nyaris tak mungkin dilakukan. Karena itulah, sugesti bisa memberikan dampak langsung pada setiap individu.

Dan yang jadi pembeda atas mereka yang merasa gagal dalam hidup serta mereka yang berhasil meraih pencapaian penting adalah sugesti. Tepatnya dua kata saja, "Saya tidak bisa" dan "Saya tidak..."

Dilansir Inc., sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Consumer Research menyebutkan jika salah satu cara paling ampuh untuk menjamin pencapaian tujuan seseorang cuma berkisar pada penggunaan kata-kata "Saya tidak bisa" versus "Saya tidak..."

Peserta yang ingin memiliki kebiasaan makan yang lebih sehat diminta untuk mengatakan "Saya tidak makan kue" atau "Saya tidak bisa makan kue" saat menghadapi pilihan yang mewakili gaya hidup tidak sehat seperti cokelat atau kesempatan untuk melewatkan olahraga. Hasilnya, mereka yang menggunakan ungkapan "Saya tidak..." sebelum menolak 'godaan' cenderung memilih alternatif yang lebih sehat daripada mereka yang menggunakan ungkapan "Saya tidak bisa."

Studi lain menunjukkan bahwa 80 persen wanita yang berlatih untuk mendapatkan tubuh bugar sesuai impian menggunakan frase "Saya tidak..." bertahan lebih lama dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan. Sementara 90 persen dari mereka yang menggunakan frase "Saya tidak bisa" gagal menyelesaikan keseluruhan penelitian, karena begitu mudah kembali ke kebiasaan tidak sehat.

Dengan kata lain, mereka yang menggunakan kata "Saya tidak..." secara tak langsung menanamkan pikiran bahwa mereka memiliki kekuatan besar untuk mengambil atau tidak mengambil pilihan di dalam hidup mereka. Meskipun terlihat sepele, ketika kita menggunakan frase "Saya tidak..." dan bukannya "Saya tidak bisa," kita akan mengalami peningkatan motivasi dan perasaan mampu di dalam diri.

Perbedaan dalam bahasa ini memiliki efek luar biasa terhadap apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita bertindak, karena kedua ungkapan kecil ini menghasilkan efek psikologis yang sangat berbeda.

Seperti yang dikatakan oleh Oliver Burkeman, jurnalis dan penulis buku The Antidote: Happiness for People Who Can Not Stand Positive Thinking, "Frase 'tidak bisa' menyiratkan hambatan dari luar yang membuat kita merasa tidak berdaya...Sebaliknya, mengatakan bahwa Anda 'tidak' melakukan sesuatu mengisyaratkan otonomi dan juga komitmen jangka panjang. " [tsr]

Topik berita Terkait:
  1. Psikologi Kepribadian
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.