Equinox, festival bulan Maret ala suku Maya
Merdeka.com - Equinox merupakan festival yang diadakan untuk memperingati turunnya Kukulcan, dewa kuno bangsa Maya yang berpusat di Chichen Itza, situs kota kuno yang menjadi landmark kebanggaan Mexico. Festival ini diselenggarakan pada saat kedatangan musim semi dan musim gugur, menandakan musim tani dan musim panen bagi para pemilik ladang.
Tradisi equinox ditentukan berdasar kalender matahari kuno Maya yang sempat menghebohkan dunia dengan prediksi kiamat pada tahun 2012 lalu itu. Equinox terjadi ketika sumbu Bumi tidak terinklinasi terhadap Matahari, dan pusat Matahari berada di bidang yang sama dengan khatulistiwa Bumi. Istilah equinox sendiri berasal dari bahasa Latin aequus yang berarti 'sama' dan nox yang berarti 'malam', karena selama equinox, panjang siang dan malam sama.

Photo by Fest300
Equinox musim semi diselenggarakan pada tanggal 20 Maret 2014. Sementara perayaan musim gugurnya berlangsung pada tanggal 22 September. Pada saat perayaan berlangsung, Chichen Itza yang dulunya merupakan bagian dari pusat peradaban Maya dipenuhi warga Mexico dan turis. El Castillo, piramida berundak yang digunakan sebagai kuil pemujaan untuk Kukulcan diselimuti cahaya lampu memanjang dari puncak tangga, menyerupai sosok sang dewa yang memiliki tubuh serupa ular naga. Cahaya lampu ini seakan tersambung dengan patung kepala ular yang berada di dasar piramida.
Sampai hari ini perayaan equinox dianggap sebagai tradisi sakral oleh penduduk Mexico. Saat berlangsungnya festival, warga lebih suka merayakannya dengan pagelaran musik dan tarian tradisional. Tetapi banyak pula yang memanfaatkan momen spiritual tersebut untuk bermeditasi dan merenung. (mdk/tsr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya