7 Perilaku di jejaring sosial yang bakal bikin kamu dibully netizen

Jumat, 6 April 2018 04:01 Reporter : Tantri Setyorini
7 Perilaku di jejaring sosial yang bakal bikin kamu dibully netizen Foto kontroversi Syahrini di Holocaust Memorial. © Instagram/princessyahrini

Merdeka.com - Seharusnya jejaring sosial menjadi wadah bagi setiap orang untuk mengekspresikan diri. Siapa pun berhak untuk melakukan apa saja terhadap akun jejaring sosial yang mereka miliki. Namun harus diingat bahwa kebebasan manusia tak ada yang mutlak. Tindakan bebas yang kita lakukan pun masih harus menghormati orang lain.

Walaupun tak tertulis, ada norma-norma yang harus dijalankan dalam bermedia sosial. Secara teknis, kebanyakan memang tidak melanggar aturan resmi yang ditetapkan oleh jejaring sosial yang bersangkutan. Tetapi lebih baik memang dipatuhi demi kenyamanan bersama selaku pengguna jejaring sosial.

Ada perilaku-perilaku di jejaring sosial yang sebaiknya dihindari. Jika tidak dipatuhi, mungkin si pelaku tak akan terjerat hukum atau diganjar pemblokiran. Tetapi bukan tidak mungkin kalau sampai dihakimi netizen. Dampaknya bisa lebih merusak bagi kondisi psikologis, karena kekuatan massa di era internet itu sungguh menakutkan.

Menyiksa binatang

Ilustrasi penyiksaan binatang © Istimewa


Tampaknya ada beberapa orang yang berpikir menggantung kucing di jemuran dengan menjepit kulit leher belakang mereka lucu. Ada pula yang dengan enteng melempar anak anjing agar terlindas mobil lewat. Lalu foto atau videonya diunggah di jejaring sosial.

Padahal perilaku seperti ini tergolong tak wajar. Penyiksaan terhadap binatang bisa menjadi tanda-tanda awal perilaku psikopat. Selain itu juga membuat orang yang melihatnya di linimasa merasa sangat tidak nyaman.

Membunuh hewan dilindungi

pembantai kucing alas ©facebook.com


Beberapa spesies binatang dilabeli status 'langka' atau 'dilindungi' untuk membantu upaya pelestariannya. Beberapa hewan dari kategori ini mungkin masih bisa ditemukan di alam liar. Tetapi bukan berarti bebas diburu dan dibunuh.

Perburuan hewang langka tidak hanya membuat pelakunya berurusan dengan hukum. Tindakan seperti ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian oleh netizen.

Membully orang lain yang mengalami kemalangan

Ilustrasi menghina kemalangan orang lain di jejaring sosial © Shutterstock


Pasti kamu cukup sering menjumpai unggahan di jejaring sosial yang sifatnya mengejek kekurangan fisik atau kondisi finansial orang lain. Tanpa penjelasan panjang pun rasanya mudah dimengerti kalau ini termasuk perilaku yang tidak etis. Apalagi jika dilakukan di ranah jejaring sosial yang terbuka untuk umum. Bisa-bisa dibully netizen karena dianggap sombong atau tak sensitif.

Berlaku tak sopan terhadap orang tua

Ilustrasi tindakan tidak sopan terhadap lansia © YouTube/Cordero Roman


Beberapa waktu lalu sempat beredar foto Instagram yang menunjukkan seorang pemuda mengacungkan kunci pas untuk memukul seorang pria lansia yang sedang membetulkan motornya. Aksi ini memang cuma main-main. Tetapi terlihat tak pantas, karena terkesan kurang ajar terhadap orang yang jauh lebih tua. Tentu saja netizen langsung bereaksi keras terhadap foto-foto tersebut.

Tidak menghargai situs bernilai sejarah

Foto kontroversi Syahrini di Holocaust Memorial © Instagram/princessyahrini


Foto dan video pelaku tindakan iseng di situs bernilai sejarah cukup sering ditemui. Hampir semuanya berakhir jadi objek bully-an netizen. Tak jarang pula yang mendapat teguran langsung dari pengelola situs.

Karena aksi seperti ini sudah sering terjadi dan selalu berbuntut sama, sebaiknya tidak usah dilakukan lagi.

Mencuri foto orang

Plagiarisme saja sudah dianggap memalukan. Apalagi kalau sampai mencuri karya orang lain dan diakui sebagai buatan sendiri. Tentunya ini tindakan yang lebih tidak terpuji. Padahal si pemilik yang asli sudah mencurahkan usaha untuk membuatnya. Hal yang sama juga berlaku untuk foto. Kalaupun hendak menggunakan foto orang lain, lebih baik jika setidaknya mencantumkan atribusi terhadap pemilik aslinya.

Foto mesra yang kelewat vulgar

Ilustrasi bermesraan di jejaring sosial © Istimewa


Menunjukkan kemesraan dengan pasangan di jejaring sosial memang hak masing-masing pengguna. Tak ada yang bisa melarang. Tetapi kalau kemesraan yang ditunjukkan dinilai kelewat vulgar, tentunya bakal banyak mulut yang berkomentar. Karena pada dasarnya beberapa hal memang sebaiknya disimpan di 'balik pintu'.

Itulah deretan perilaku di jejaring sosial yang bisa membuat kamu jadi korban bully-an netizen. Mungkin kita semua pernah khilaf melakukan satu atau dua tindakan di atas. Namun tak ada salahnya jika kita berkaca dari kasus-kasus yang pernah terjadi. [tsr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini