Bertolak ke University of lllinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat membuat Sri Mulyani bernostalgia. Kala tahun 1988 hingga 1992, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut beserta suami menimba ilmu.
Sri Mulyani Indrawati
Bertolak ke University of lllinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat membuat Sri Mulyani bernostalgia. Kala tahun 1988 hingga 1992, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut beserta suami menimba ilmu.
"Tahun 1988-1992 - saya bersama suami meneruskan sekolah di University of Illinois - Urbana Champaign (UIUC) Amerika Serikat sambil memulai kehidupan berumah tangga dengan segala perjuangan bersama yang tidak mudah," tulisnya.
Berkuliah sambil merajut biduk rumah tentu bukan hal yang mudah. Hal tersebut diungkap lulusan Universitas Indonesia itu dengan gamblang. Bahkan, Sri Mulyani mengaku harus pintar-pintar membagi waktu.
Mengerjakan tugas hingga belajar mengurus rumah tangga. Semua hal tersebut dilakoninya bersama sang suami. "Saya mulai belajar memasak, berdua mencuci baju, mengurus anak, membersihkan apartemen," ceritanya.
Meski mampu bersekolah di Negeri Paman Sam, namun Sri Mulyani mengungkap kesederhanaan hidupnya kala itu. Dia mengungkapkan, uang beasiswa yang tentu tak fantastis membuatnya harus harus mencukupkan segala kebutuhan. "Dengan uang beasiswa sungguh sangat minim dan pas-pasan," imbuhnya.
Kendati hidup pas-pasan, namun Sri Mulyani justru mengaku berbahagia. Banyak hal yang mampu dinikmati bersama sang suami, mulai dari berpiknik santai hingga cukup melihat pawai drumband kampus.
Disebutnya, hal tersebut bakal menjadi salah satu kenangan perjalanan hidup yang berwarna. "Namun kami tetap bahagia dan tak pernah terdengar keluhan di antara kita. [...] Sungguh suatu perjalanan hidup yang penuh warna dan suka duka," tulisnya.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempercepat program penegasan batas desa di Sulawesi Tenggara, krusial untuk legalitas wilayah dan pemerataan ekonomi desa. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah membangun dari desa.
Baca Selengkapnya
Kenaikan harga Pertamax mulai 10 Juni 2026 diperkirakan menambah inflasi sekitar 0,3-0,7 poin, namun pakar menilai Dampak Inflasi Kenaikan Pertamax masih terkendali dan tidak akan memicu inflasi berkelanjutan.
Baca Selengkapnya
Bank Dunia menyatakan kelas menengah di Indonesia semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh penurunan pendapatan dan meningkatnya jumlah setengah pengangguran.
Baca SelengkapnyaDia enggan menanggapi lebih lanjut soal kabar menggantikan Purbaya. Budi Gunadi menegaskan dirinya masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.
Baca SelengkapnyaPada dasarnya hanya berkutat pada tiga opsi utama dalam mengelola fiskal negara, yakni menaikkan penerimaan, memangkas belanja, atau menambah utang.
Baca SelengkapnyaChatib Basri merespons singkat isu penunjukannya sebagai Menteri Keuangan. Pemerintah menegaskan tidak ada rencana reshuffle kabinet.
Baca Selengkapnya
Dinamika Politik Sepekan terakhir diwarnai pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, bantahan Istana soal isu mundurnya Menkeu Purbaya, serta komitmen pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Baca Selengkapnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendesak pengetatan aturan pelabuhan terkait penyimpanan barang guna mengatasi kongesti dan meningkatkan efisiensi logistik di pelabuhan utama Indonesia.
Baca Selengkapnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Indonesia tidak mengarah pada krisis ekonomi, keuangan, dan moneter seperti 1997-1998, meski rupiah sempat melemah. Stabilitas ekonomi nasional menjadi fokus utama pemerintah.
Baca Selengkapnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah dan IHSG tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang solid. Ia menyoroti persepsi negatif pasar yang keliru terhadap kondisi riil.
Baca Selengkapnya
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) berhasil mengamankan pendanaan PGE Panas Bumi senilai 477,87 juta dolar AS atau sekitar Rp8,61 triliun untuk tiga proyek strategis, menandai langkah maju dalam pengembangan energi bersih nasional.
Baca Selengkapnya
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyoroti tantangan besar dalam penanganan sampah Karawang yang baru menjangkau 17 dari 30 kecamatan, mendorong sinergi untuk solusi berkelanjutan.
Baca Selengkapnya