Wanita ini berharap ada orang yang bersedia bunuh Trump
Merdeka.com - Belum semua rakyat Amerika Serikat (AS) menerima kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden yang berlangsung 8 November lalu. Bahkan, upacara pelantikannya sebagai presiden ke-45 menggantikan Barack Obama juga diwarnai dengan kerusuhan antar massa anti-Trump dengan aparat kepolisian.
Dilansir nydailynews.com, Kamis (26/1), seorang wanita asal Louisville, Kentucky mengunggah status kontroversial di akun media sosial miliknya, berharap ada seseorang yang mau membunuh Trump. Gara-gara itu, dia harus berurusan dengan Dinas Rahasia AS.
"Jika ada yang terganggu dengan pembunuhan MLK, mungkin seseorang akan bangga dengan dibunuhnya Trump. #bekind #trump #lovetrumpshate," cuit wanita bernama Heather Lowrey (26) itu yang diunggahnya pada 17 Januari, sehari setelah perayaan kematian Martin Luther King Jr, dan tiga hari sebelum Trump dilantik.
Kini cuitannya sudah dihapus, namun beberapa orang telah menyimpan potongan gambar tersebut dan melaporkannya ke pihak berwajib. Dalam akunnya, dia menyebut diri sebagai 'Rubah Betina Louisville & bercita-cita jadi WWE Diva'.
Dinas Rahasia telah menerjunkan tim investigasi untuk mendengarkan langsung pengakuan Heather secara langsung. Dia juga diawasi penuh. Meski begitu, mereka belum menentukan hukuman yang akan dijatuhkan kepada wanita tersebut.
"Setiap kali ada bentuk ancaman dibuat seperti itu, kami segera melakukan investigasi," kata seorang agen yang namanya dirahasiakan kepada Courier-Journal.
Tak hanya berhadapan dengan hukum, Heather juga harus kehilangan pekerjaannya di sebuah grup pelawak Va Va Vixens dan dijauhi rekan-rekannya. Bahkan kontraknya di sebuah agensi model juga diputus secara sepihak.
"Kami tidak akan menoleransi kejadian itu. Bukan rahasia lagi kita ini berada di tengah-tengah bangsa yang terpecah. Begitu banyak kebencian dan kemarahan di dunia, harapan kami adalah untuk menjadi tempat perlindungan yang menyambut semua lapisan masyarakat dengan tangan terbuka," tulis grup tersebut dalam pernyataan tertulis mereka.
Sayangnya, sejumlah media setempat tidak diperbolehkan untuk mewawancarai Heather dengan alasan keamanan. Meski begitu, dia bukan orang terakhir yang harus berhadapan dengan Dinas Rahasia gara-gara tulisannya.
Sejak Trump memenangi Pemilihan Presiden lalu, seorang pria asal Florida diperintahkan menjalani pemeriksaan kesehatan mental usai berkata akan membunuh pengusaha properti asal New York itu saat pelantikannya. Bahkan, lelaki asal Ohia juga menghadapi tuntutan Federal setelah mencuitkan 'tujuan hidup adalah membunuh Trump'.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya