Walmart Diminta Ikut Bertanggung Jawab Hentikan Insiden Penembakan Massal di AS

Rabu, 7 Agustus 2019 17:29 Reporter : Hari Ariyanti
Walmart Diminta Ikut Bertanggung Jawab Hentikan Insiden Penembakan Massal di AS penembakan di walmart el paso. ©AFP

Merdeka.com - Walmart, toko swalayan tempat lokasi dua insiden kekerasan senjata baru-baru ini, ditekan untuk menggunakan kekuatan korporatnya guna membantu menghentikan penjualan senjata di AS.

Toko distributor terbesar di negara itu, sering disebut sebagai penjual senjata terbesar, kerap menghadapi kritik terkait penjualan senjata. Namun setelah beberapa insiden penembakan di sebuah cabangnya di Texas, dan kematian dua staf di cabang Mississippi, kritikus mengatakan Walmart memiliki tanggung jawab untuk bertindak. Insiden itu merupakan tambahan dari penembakan massal lainnya, di Ohio, pada akhir pekan.

Igor Volsky, pendiri dan direktur eksekutif Guns Down America, mengatakan penembakan di Walmart mengharuskan pimpinan perusahaan itu harus memimpin tindakan perbaikan.

"Penembakan El Paso (Texas) terjadi di toko mereka. Mereka memiliki tanggung jawab untuk melangkah lebih jauh," jelasnya, dilansir dari BBC, Rabu (7/8).
Walmart dapat menggunakan pengaruh politis dan melobi untuk menekan perubahan.

Sebelumnya, Guns Down memimpin kampanye yang berhasil membuat perusahaan raksasa logistik FedEx berhenti menawarkan diskon kepada anggota National Rifle Association (NRA).

Organisasi lain, Moms Demand Action for Gun Sense di Amerika, mengatakan Walmart harus berhenti membiarkan pembeli berjalan ke toko dengan senjata. Sejumlah pengecer memiliki kebijakan seperti itu, termasuk Target dan Starbucks.

Kelompok lainnya menekan Walmart untuk menggunakan sumber dayanya yang luas untuk berinvestasi lebih banyak dalam bidang keamanan, pelatihan, dan pendidikan. Grup-grup ini telah bergabung dengan orang-orang terkenal. Aktor dan aktivis Alyssa Milano mengatakan sudah waktunya bagi Walmart untuk menunjukkan kepemimpinan.

Dan salah satu penulis terkemuka Amerika, Andrew Ross Sorkin, mengeluarkan surat terbuka kepada Doug McMillon, kepala eksekutif Walmart.

"Di kedalaman krisis ini ada peluang: bagi Anda untuk membantu mengakhiri kekerasan ini," tulisnya.

"Anda, secara khusus, memiliki peluang lebih besar untuk menggunakan peran Anda sebagai kepala eksekutif pengecer terbesar di negara itu dan penjual senjata terbesar - dengan pengaruh lebih besar atas seluruh ekosistem yang mengendalikan penjualan senjata di Amerika Serikat daripada individu lain di perusahaan Amerika."

Dia mengatakan McMillon harus bergabung dengan para eksekutif yang telah menyatakan kecemasan atas kekerasan senjata Amerika, termasuk Tim Cook dari Apple.

Walmart juga menghadapi reaksi media sosial yang sangat besar dari orang-orang yang menggunakan tagar seperti #walmartshooting, #boycottwalmart, dan #guncontrolnow.

Ini bukan pertama kalinya bahwa aktivis kampanye senjata meminta Walmart untuk bertindak. Pada 2013, sebulan setelah seorang pria bersenjata di Connecticut menembak mati lebih dari 20 orang di sebuah sekolah, hampir 300.000 orang menandatangani petisi yang mendesak Walmart untuk berhenti menjual senjata.

Walmart belum menanggapi permintaan komentar BBC. Namun menurut juru bicara yang dikutip di Washington Post, Walmart tidak memiliki rencana untuk mengubah kebijakan penjualan senjata dan larangan membawa senjata ke dalam toko. [pan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini