Vietnam Kutuk Perdagangan Manusia Setelah 39 Warganya Tewas dalam Kontainer

Sabtu, 2 November 2019 17:55 Reporter : Hari Ariyanti
Vietnam Kutuk Perdagangan Manusia Setelah 39 Warganya Tewas dalam Kontainer temuan 39 mayat di dalam truk kontainer di inggris. ©UK Pool

Merdeka.com - Pemerintah Vietnam mengutuk keras perdagangan manusia, setelah kepolisian Inggris mengonfirmasi 39 orang yang ditemukan meninggal dalam truk kontainer pekan lalu adalah warga Vietnam. Sebagian besar korban diperkirakan berasal dari Vietnam Tengah, dimana mudah ditemukan perantara yang membantu mengatur perjalanan ke Eropa, seringnya melalui Rusia, untuk migran yang ingin bekerja di luar negeri.

Risiko tinggi dari perjalanan ke luar negeri tersebut terungkap setelah delapan perempuan dan 31 pria ditemukan tewas dalam sebuah kontainer berpendingin di Essex, sebelah timur London, pada 23 Oktober. Dua orang ditangkap di pusat Provinsi Ha Tinh atas tuduhan perdagangan manusia pada Jumat (1/11), sementara polisi Inggris memburu lebih banyak tersangka.

"Mengutuk keras perdagangan manusia dan menetapkannya sebagai kejahatan serius," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam, Le Thi Thu Hang, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (2/11).

Dia menyebut insiden tersebut sebagai tragedi kemanusiaan serius, menyerukan kerja sama negara-negara untuk mengatasi ancaman perdagangan manusia.

"Vietnam menyerukan kepada negara-negara di kawasan dan seluruh dunia untuk meningkatkan kerja sama dalam melawan perdagangan manusia dalam rangka mencegah terulangnya tragedi yang sama," jelasnya.

Pihak berwenang saat ini tengah berupaya mengidentifikasi para korban setelah sampel DNA dikumpulkan dari para keluarga korban di Provinsi Ha Tinh dan Provinsi Nghe An, Vietnam Tengah.

"Saya menduga putra saya berada di antara 39 korban," kata Nguyen Dinh Gia kepada AFP, Sabtu. Nguyen Dinh Gia menunggu dengan cemas kabar tentang anaknya Nguyen Dinh Luong.

Kasus ini mengejutkan Inggris dan membuat keluarga di desa-desa terpencil Vietnam berduka. Jaringan perdagangan transnasional yang membantu menyelundupkan migran ke Inggris juga disorot. Sopir kontainer asal Irlandia Utara berusia 25 tahun didakwa melakukan pembunuhan, pencucian uang, dan konspirasi untuk membantu imigrasi ilegal.

Di Dublin, warga Irlandia Utara lainnya muncul di Pengadilan Tinggi Irlandia untuk dimulainya proses ekstradisi untuk dibawa ke Inggris sehubungan dengan insiden tersebut. Polisi Inggris juga tengah memburu Ronan dan Christopher Hughes, dua saudara lelaki dalam bisnis pengangkutan dari Irlandia Utara. Tiga orang lainnya telah ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan polisi. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Vietnam
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini