Trump minta Rusia kembalikan Krimea ke Ukraina
Merdeka.com - Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer hari ini mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginginkan Rusia mengembalikan Krimea kepada Ukraina.
"Presiden Trump sudah tegas mengatakan dia berharap pemerintah Rusia menghentikan kekerasan di Ukraina dan mengembalikan Krimea," kata Spicer dalam jumpa pers harian, seperti dilansir koran Haaretz, Rabu (15/2). "Di saat yang sama dia juga berharap bisa bersahabat dengan Rusia."
Keinginan Trump ini berbeda dengan apa yang dia sampaikan di masa kampanye.
Pada wawancara di stasiun televisi ABC Juli tahun lalu, Trump mengakui klaim Rusia atas Krimea.
"Rakyat Krimea, dari yang saya dengar, memang lebih ingin bergabung dengan Rusia," kata Trump waktu itu, seperti dilaporkan CNN.
Pada waktu itu Trump juga mengatakan Putin tidak akan menginvasi Ukraina meski pemimpin Rusia itu sudah melakukannya pada 2014.
Duta besar Rusia Vitaly Churkin menanggapi keinginan Trump itu dengan mengutip Konstitusi Amerika Serikat dan menyoroti keinginan rakyat Krimea yang memilih ingin bergabung dengan Rusia setelah AS mendukung kudeta terhadap pemerintah Ukraina pada Februari 2014.
Krimea menjadi bagian dari Rusia pada 1783, tapi diserahkan kembali kepada Ukraina di masa Uni Sovyet pada 1954. Selepas kudeta pada Februari 2014, rakyat Krimea menggelar referendum yang hasilnya mereka ingin bergabung kembali dengan Rusia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya