Toko, kantor, dan sekolah ditutup akibat Topan Jebi di Jepang
Merdeka.com - Topan Jebi yang menghantam bagian barat Jepang kemarin menyebabkan sedikitnya 10 orang tewas dan sejumlah orang terluka.
Selain menyebabkan korban jiwa, Topan Jebi juga membuat kantor-kantor, sekolah, dan toko ditutup. Lebih dari satu juta rumah kini tanpa aliran listrik.
"Sudah ada peringatan pemerintah dari jauh hari. Makanya sekolah, kantor, dan toko diliburkan," ujar Vania, warga negara Indonesia yang sempat berada di Osaka selama tiga hari lalu, kepada merdeka.com lewat pesan singkat.
Di sekitar Osaka angin bertiup cukup kencang memaksa orang berlindung di dalam bangunan.
"Imbas angin sampai ke stasiun Kyoto juga atapnya jatuh," kata Vania yang sedang berlibur di Jepang sekaligus bertemu keluarganya di sana.
Topan Jebi atau 'telan' dalam bahasa Korea, adalah angin ribut terganas yang melanda Jepang dalam 25 tahun terakhir. Angin itu diikuti hujan deras, longsor, banjir, dan cuaca panas yang menewaskan ratusan orang musim panas ini.

Topan Jebi hantam Jepang ©AFP/Jiji Pers
Sementara di Tsu city, Jepang bagian tengah, angin kencang juga menyebabkan sejumlah kerusakan.
"Kontainer-kontainer besi dan atap-atap beterbangan," kata Wulan, mahasiswa Indonesia di Jepang saat dihubungi merdeka.com lewat pesan singkat.
Di Tsu city kemarin pegawai kantor juga diminta segera pulang pukul 11 siang. Pemerintah Jepang, kata Wulan, saat ini rutin menyampaikan informasi peringatan seputar Topan Jebi.
"Sekolah juga ditutup satu hari. Kami sudah diberitahu untuk tetap di dalam rumah," kata dia.
Kepala Menteri Kabinet Yoshihide Suga mengatakan sekitar 300 orang terluka dalam bencana Topan Jebi ini. Belum diketahui kapan bandara, jalan, dan jalur kereta akan kembali beroperasi.
"Pemerintah akan melakukan apa saja untuk menangani situasi ini," ujar Suga dalam jumpa pers.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya