Tiru Singapura dan China, Trump ingin pengedar narkoba dihukum mati
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan keinginannya untuk menghukum mati para pengedar narkoba dalam sebuah kampanye mendukung kandidat anggota kongres di Pennsylvania, kemarin.
"Menurut saya kita sudah harus mulai membahas soal ini (hukuman mati). Saya tidak tahu kapan kita siap atau negara ini siap untuk itu," ujar Trump, seperti dilansir laman Huffington Post, Minggu (11/3).
Trump juga memuji Singapura dan China karena menerapkan kebijakan 'tak ada toleransi' bagi para pengedar narkoba.
"Itu artinya kalau kita menangkap pengedar narkoba maka hukumannya mati," kata Trump menyinggung pembicaraan dirinya dengan presiden Singapura. "Mereka tidak punya masalah (dengan narkoba)," kata dia.
Tak hanya itu, Trump juga kemungkinan mendapat inspirasi dari Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang bertindak tegas terhadap para pengedar narkoba sampai-sampai sudah ribuan nyawa melayang akibat tindakan tegas aparat Filipina.
Dari bocoran transkrip telepon, tahun lalu Trump memberikan ucapan selamat kepada Duterte karena tindakannya berhasil membasmi narkoba.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Anda karena saya mendengar luar biasa sekali tindakan Anda menangani masalah narkoba. Negara lain banyak juga bermasalah dengan narkoba, kami pun begitu, tapi yang Anda lakukan itu hebat dan saya ingin menelepon untuk memberitahu soal ini," kata Trump kepada Duterte.
Dalam kampanye kemarin Trump menyatakan pengedar narkoba harus ditangani dengan cara yang sama ketika menangani para pelaku pembunuhan yakni mendapat hukuman mati atau penjara seumur hidup.
"Kalian membuat 5000 orang kecanduan narkoba karena kalian menyelundupkan barang itu. Kalian mendapat banyak uang dan orang-orang sekarat, lalu kalian bahkan tidak dipenjara," ujar Trump.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya