Tiga Pemimpin Eropa Nekat Kunjungi Ibu Kota Ukraina di Tengah Gempuran Rusia

Rabu, 16 Maret 2022 10:45 Reporter : Hari Ariyanti
Tiga Pemimpin Eropa Nekat Kunjungi Ibu Kota Ukraina di Tengah Gempuran Rusia Konvoi militer Rusia merangsek ke Kiev. ©Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Tiga pemimpin Eropa menunjukkan dukungannya untuk Ukraina pada Selasa, dengan mengunjungi ibu kota Kiev yang terkepung, ketika gempuran Rusia terus berlangsung di kota itu.

Kunjungan dramatis Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki, PM Republik Ceko Petr Fiala, dan PM Slovenia Janez Jansa, yang berlangsung sangat rahasia saat mereka melintasi perbatasan Ukraina dengan kereta api setelah fajar, adalah sikap pribadi yang mencolok. Tapi tindakan ini juga membuat para pemimpin Eropa lainnya lengah, membuat marah beberapa orang dan menunjukkan adanya perselisihan soal bagaimana cara terbaik untuk menunjukkan solidaritas Barat terhadap Ukraina.

Juru bicara PM Polandia mengatakan, tiga PM itu mewakil Uni Eropa secara "de facto" di Ukraina. Namun di Brussels, pejabat mengatakan tindakan tiga orang itu tidak direstui Uni Eropa dan beberapa diplomat Eropa mengeluhkan kunjungan mereka karena sangat berisiko, bisa mendorong pasukan Rusia mengepung Kiev.

Yang lainnya justru memuji kenekatan tiga pemimpin itu, menyebutnya simbol kuat dukungan terhadap Ukraina di antara negara-negara di sisi timur Eropa, di mana momok agresi Rusia tampak lebih besar daripada di Paris atau London.

Pada Selasa malam, lembaga penyiaran pemerintah Polandia menampilkan video tiga PM tersebut bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan pejabat lainnya, dengan latar belakang bendera Ukraina di belakang mereka.

"Mereka berada di sini untuk mendukung kita," kata Zelenskiy setelah pertemuan, yang juga disiarkan televisi Ukraina, dikutip dari The New York Times, Rabu (16/3).

"Ini langkah yang hebat, berani, tepat, dan bersahabat. Saya percaya diri bahwa dengan teman-teman seperti ini, negara-negara dan tetangga serta rekan sepert ini, kita sungguh bisa menang."

Sebuah foto yang diunggah sebelumnya di akun Twitter PM Polandia menunjukkan tiga pria melihat peta, duduk di sebuah bangku kereta menuju Kiev.

"Di sini, di Kiev yang dihantam perang, sejarah itu sedang dibuat," kata Morawiecki di unggahan Twitternya.

"Di sini, kebebasan bertarung melawan tirani dunia. Di sini masa depan kita semua bergantung pada keseimbangan." [pan]

Baca juga:
Kameramen Fox News dan Seorang Jurnalis Tewas Terkena Serangan di Ukraina
Senat AS Putuskan Putin Penjahat Perang
Dunia Terancam Krisis Pangan
Rusia Yakin Tidak Kekurangan Pangan, Imbau Warga Tidak Menimbun Bahan Pokok
Kremlin: Tidak Ada Permintaan dari Ukraina untuk Berbicara dengan Putin
Zelenskyy Janji Tentara Rusia akan Dibiarkan Hidup Jika Menyerah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini