Tiga Pemimpin Eropa Nekat Kunjungi Ibu Kota Ukraina di Tengah Gempuran Rusia
Merdeka.com - Tiga pemimpin Eropa menunjukkan dukungannya untuk Ukraina pada Selasa, dengan mengunjungi ibu kota Kiev yang terkepung, ketika gempuran Rusia terus berlangsung di kota itu.
Kunjungan dramatis Perdana Menteri (PM) Polandia Mateusz Morawiecki, PM Republik Ceko Petr Fiala, dan PM Slovenia Janez Jansa, yang berlangsung sangat rahasia saat mereka melintasi perbatasan Ukraina dengan kereta api setelah fajar, adalah sikap pribadi yang mencolok. Tapi tindakan ini juga membuat para pemimpin Eropa lainnya lengah, membuat marah beberapa orang dan menunjukkan adanya perselisihan soal bagaimana cara terbaik untuk menunjukkan solidaritas Barat terhadap Ukraina.
Juru bicara PM Polandia mengatakan, tiga PM itu mewakil Uni Eropa secara "de facto" di Ukraina. Namun di Brussels, pejabat mengatakan tindakan tiga orang itu tidak direstui Uni Eropa dan beberapa diplomat Eropa mengeluhkan kunjungan mereka karena sangat berisiko, bisa mendorong pasukan Rusia mengepung Kiev.
Yang lainnya justru memuji kenekatan tiga pemimpin itu, menyebutnya simbol kuat dukungan terhadap Ukraina di antara negara-negara di sisi timur Eropa, di mana momok agresi Rusia tampak lebih besar daripada di Paris atau London.
Pada Selasa malam, lembaga penyiaran pemerintah Polandia menampilkan video tiga PM tersebut bertemu Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky dan pejabat lainnya, dengan latar belakang bendera Ukraina di belakang mereka.
"Mereka berada di sini untuk mendukung kita," kata Zelenskiy setelah pertemuan, yang juga disiarkan televisi Ukraina, dikutip dari The New York Times, Rabu (16/3).
"Ini langkah yang hebat, berani, tepat, dan bersahabat. Saya percaya diri bahwa dengan teman-teman seperti ini, negara-negara dan tetangga serta rekan sepert ini, kita sungguh bisa menang."
Sebuah foto yang diunggah sebelumnya di akun Twitter PM Polandia menunjukkan tiga pria melihat peta, duduk di sebuah bangku kereta menuju Kiev.
"Di sini, di Kiev yang dihantam perang, sejarah itu sedang dibuat," kata Morawiecki di unggahan Twitternya.
"Di sini, kebebasan bertarung melawan tirani dunia. Di sini masa depan kita semua bergantung pada keseimbangan."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya