Terungkap, peran Hanoman dalam Mahabarata tak cuma di Ramayana
Merdeka.com - Dalam wiracarita Ramayana disebutkan, Hanoman seekor kera sakti turut membantu Rama dalam menyelamatkan Dewi Shinta dari cengkeraman raksasa Rahwana. Kisah heroik kera putih tersebut tidak hanya terdapat di Ramayana, nama Hanoman juga diceritakan dalam Mahabharata.
Seperti dikutip dari speakingtree.in, dalam wiracarita Mahabharata disebutkan jika Hanoman merupakan saudara dari salah satu Pandawa Lima, yakni Bima. Hanoman dan Bima merupakan putera dari Dewa Bayu.
Hanoman diceritakan diberi tugas oleh Dewa Wisnu melindungi kereta kencana Arjuna saat Pandawa Lima bertempur melawan Kurawa dalam Perang Kurukshetra. Hanoman menghalau setiap anak panah yang mengarah ke Arjuna.
Pertemuan keduanya berawal saat Arjuna tengah melakukan ziarah ke Rameswaran, India Selatan. Di Rameswaran, Arjuna terkejut melihat jembatan yang dibangun oleh oleh pasukan kera dan beruang untuk Rama masih berdiri.
Jembatan tersebut dibangun untuk mengantar Rama ke Kerajaan Alengka guna menyelamatkan Shinta dari cengkeraman Rahwana. Arjuna yang mengetahui bahwa Rama seorang pemanah ulung, kenapa tidak membangun jembatan dengan menggunakan panah dan malah percaya kepada kedua binatang tersebut.
Seekor kera kecil yang mendengar pertanyaan Arjuna tersebut, tertawa mendengarnya. Menurut sang kera, tidak mungkin anak panah mampu menahan berat badan Rama.
Arjuna yang mendengar perkataan kera kecil itu kemudian memberikan tantangan. Jika jembatan yang dibuatnya dari panah tidak mampu menahan badan dang kera, dirinya rela dibakar di dalam api.
Arjuna kemudian merangkai anak panah untuk dijadikan jembatan. Dua kali membangun jembatan, dua kali jembatan tersebut rubuh saat dilewati sang kera.
Arjuna yang merasa malu kemudian menepati janjinya untuk membakar diri. saat akan melompat ke dalam perapian, seorang bocah laki-laki berteriak dan menghentikan tindakannya.
"Apa yang akan kau lakukan yang mulia?" tanya bocah laki-laki tersebut.
"Saya melakukan tantangan dan saya kalah. Saya tidak mau melanjutkan hidup ini lagi dengan menanggung perasaan malu ini," ujar Arjuna.
Bocah tersebut terkejut dengan jawaban arjuna. menurutnya, bagaimana sebuah tantangan tidak ada juri.
Sang bocah kemudian meminta tantangan itu diulang kembali. Baik Arjuna maupun kera tersebut tidak bisa menolak permintaan sang bocah.
Dengan segala kemampuannya, Arjuna kemudian membangun jembatan kembali. Di kesempatan ketiga ini, jembatan yang dibangunnya mampu bertahan saat sang kera berjalan diatasnya.
Sang kera yang berjalan di atas jembatan kemudian mengubah wujudnya menjadi Hanoman. Arjuna yang mengetahui kera kecil yang berjalan di atas jembatan yang dibangunnya merupakan Hanoman, segera menunduk memberi hormat.
Sang bocah kemudian juga menampakkan wujud aslinya. Bocah tersebut merupakan penjelmaan Dewa Wisnu.
"Saya adalah Wisnu dan saya adalah Rama. Saya melindungi jembatan yang kamu bangun dari keruntuhan, Arjuna. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran kemanusiaan bagimu untuk tidak sombong," ujar Wisnu.
Wisnu juga memperingatkan Hanoman. Seharusnya dirinya tidak membuat malu Arjuna hingga harus mengorbankan nyawanya.
Sebagai permintaan maafnya, Hanoman berjanji akan melindungi kereta kencana Arjuna dalam Perang Kurukshetra. Dalam perang tersebut, setiap anak panah Karna mengarah ke kereta kencana Arjuna, Hanoman selalu menghalaunya. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya