Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Takut demo besar, Israel larang pemuda salat Jumat di Masjid Al-Aqsa

Takut demo besar, Israel larang pemuda salat Jumat di Masjid Al-Aqsa Warga Palestina demo pemasangan detektor di pintu Masjid Al-Aqsa. ©AFP PHOTO/Ahmad Gharabli

Merdeka.com - Kepolisian Israel melarang pemuda Palestina menunaikan salat Jumat di Masjid al-Aqsa, Yerusalem Timur, hari ini. Mereka berdalih buat mencegah unjuk rasa besar-besaran dilakukan selepas salat Jumat.

Dilansir dari laman Al Jazeera, Jumat (21/7), polisi Israel sudah mengepung kawasan Yerusalem dihuni warga Palestina sejak pagi, dan berkumpul di dekat Kota Tua Yerusalem. Warga Palestina di Tepi Barat konon bakal menggelar unjuk rasa besar-besaran hari ini memprotes penutupan Masjid Al-Aqsa.

"Akses memasuki Kota Tua dan Kuil Sulaiman dibatasi hanya untuk lelaki berusia 50 dan di atasnya. Seluruh perempuan dibolehkan masuk," tulis pengumuman kepolisian Israel.

Israel membatasi akses masuk ke Masjid Al-Aqsa setelah dua polisi mereka tewas diserang tiga warga Palestina, yang kemudian ditembak mati. Sepekan terakhir warga Palestina rutin menggelar unjuk rasa dan berakhir dengan bentrokan.

Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, sudah diberi saran soal apakah harus memindahkan pemindai logam di Masjid Al-Aqsa. Menurut Dinas Rahasia Dalam Negeri Israel, Shin Bet, lebih baik perangkat itu dipindah, tetapi pihak kepolisian berkeras supaya tetap dipasang.

Bentrokan kembali terjadi di Gerbang Singa, Haram al-Sharif, Yerusalem, antara warga Palestina dan pasukan Israel, pada Kamis malam. Alhasil, 22 warga Palestina cidera. Dua di antaranya dalam kondisi serius karena terkena ledakan granat kejut.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP