Surat Pengaduan Tertua di Dunia Berusia 3.800 Tahun, Begini Isinya
Merdeka.com - Pernakah Anda melakukan pengaduan saat tidak puas dengan sebuah barang? Ternyata, pengaduan atau protes sudah dilakukan sekitar tahun 1700 sebelum Masehi atau sekitar 3.800 tahun lalu.
Dilansir dari Iraq Today, pengaduan pelanggan tertua di dunia ditemukan dalam tulisan prasasti kuno berusia 3800 tahun. Pengaduan ini dikirim dari Kota Ur bagian selatan Mesopotamia (Irak sekarang).
Prasasti tersebut adalah Prasasti Babilonia Kuno dengan nomor inventaris 131236. Prasasti ini ditemukan di museum Inggris, London.
Prasasti Babilonia Kuno berisi surat pengaduan dari seorang pria bernama Nanni yang mengeluh tembaga yang dikirim kepadanya memiliki kualitas yang berbeda serta pengirimannya tertunda.
Pengusaha tembaga itu bernama Ea-nasir. Dia adalah anggota Alik Timun, sebuah serikat dagang yang berbasis di Dilmun. Sayang, Ea-nasir dikenal sebagai pengusaha sangat buruk yang sering menerima keluhan dari pelanggan.
Prasasti kuno tersebut diterjemahkan oleh Ahli Asurologi A. Leo Oppenheim dalam Surat-Surat dari Mesopotamia.
Dalam suratnya, Nanni menuliskan tentang bagaimana Ea-nasir tidak menepati janjinya untuk mengirimkan tembaga kualitas baik kepada utusannya.
Nanni kemudian kembali mengirim utusannya untuk meminta uang tembaganya kembali. Namun, Ea-nasir tidak memberikan sejumlah nominal uang yang telah dibayarkan oleh Nanni.
Nanni merasa tidak dihormati oleh Ea-nasir. Dalam kalimat surat terakhirnya, Nanni mengatakan tidak akan membeli tembaga berkualitas buruk dari Ea-nasir.
"Sewaktu Anda datang, Anda mengatakan, 'Saya akan berikan utusan Anda tembaga berkualitas bagus. Lalu Anda pergi dan tidak menepati janji. Anda memberikan tembaga buruk kepada utusan saya dan mengatakan,'kalau mau silakan, kalau tidak silakan pergi!'," demikian kalimat Nanni yang diterjemahkan oleh Leo Oppenheim dalam Surat-Surat dari Mesopotamia.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya