Supermodel Bella Hadid mengaku bangga sebagai Muslim

Selasa, 4 April 2017 20:11 Reporter : Yulistyo Pratomo
Supermodel Bella Hadid mengaku bangga sebagai Muslim Bella Hadid. ©REUTERS/Yves Herman

Merdeka.com - Demam Islamofobia sedang melanda Amerika Serikat (AS), bahkan tingkat kebencian atas dasar kepercayaan jauh lebih tinggi di masa kepemimpinan Presiden Donald Trump. Umat Muslim yang tinggal di Negeri Paman Sam tersebut kerap kali menjadi sasaran kekerasan, termasuk warga berwajah Timur Tengah.

Bella Hadid tampaknya tidak takut meski negeri tempatnya berkarier sedang menghadapi ancaman Islamofobia, bahkan dia mengaku bangga menjadi seorang Muslim secara terang-terangan. Hal itu dikatakannya dalam sebuah wawancara.

Dilansir the Independent, Selasa (4/4), merupakan satu dari bintang fashion, di mana Bella tidak pernah mengungkap agama yang dipeluknya. Kondisi itu membuat publik selalu bertanya-tanya, apalagi semakin kerasnya Islamofobia sejak Trump menjadi presiden.

Sang model, bersama kakaknya gigi dan adiknya Anwar memiliki darah Belanda dan Belgia dan dilahirkan dari rahim Yolanda, bintang reality show, dan Mohamed Hadid, pengusaha perumahan dengan pendapatan hingga USD 200 juta.

Ayahnya dilahirkan di Nazareth dan tinggal di Suriah serta Lebanon sebelum berimigrasi ke AS saat masih berusia 14 tahun. Hal itulah yang mengalir di dalam darahnya, hingga membuatnya sangat terbuka dengan peninggalan sang ayah dan menjadikan dirinya berani mengungkapnya kepada sebuah majalah.

"Dia sangat taat, dan selalu mengajak kami beribadah bersama. Saya bangga menjadi seorang Muslim," kata Bella kepada jurnalis majalah tersebut.

Sejak Presiden Trump menerbitkan larangan imigrasi pertamanya pada Januari lalu, Bella dan kakaknya Gigi bergabung dalam aksi demonstrasi 'Tanpa Larangan Tanpa Tembok' di pusat kota New York, bersama ibu dan teman-temannya.

"Ayah saya adalah seorang pengungsi saat pertama kali datang ke Amerika, sehingga benar-benar sangat dekat dengan rumah untuk adik saya dan saudara dan saya," tambahnya.

Sang supermodel ini sebelumnya mengungkap keputusannya untuk bergabung dalam protes tersebut, menjelaskan kepada Elle mengenai 'latar berbeda' yang membuatnya berpikir bahwa semua orang 'harus dihormati dan kebaikan'.

"Kita tidak harus memperlakukan orang lain jika mereka tidak berhak mendapatkan kebaikan karena etnis mereka. Itu tidak benar. Dan pesan itu sangat penting bagi saya." [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini