Skandal syahwat 'Tuhan' Hollywood

Rabu, 11 Oktober 2017 18:46 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Skandal syahwat 'Tuhan' Hollywood Harvey Weinstein. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Peristiwa itu terjadi 20 tahun lalu. Masih terbayang dengan sangat jelas di benak Asia Argento bagaimana dia diperlakukan malam itu.

Sosok Argento melejit lewat perannya sebagai mata-mata Rusia ditugaskan menyusup ke organisasi kejahatan Anarchy 99, dalam film 'xXx'. Saat itu dia beradu peran dengan aktor Vin Diesel.

Jauh sebelum bermain dalam film 'xXx', Argento sempat bertemu dengan produser kawakan Harvey Weinstein. Harvey ketika itu juga masih bergabung dengan perusahaan film Miramax. Pada suatu ketika, Argento yang juga dikontrak Miramax diajak oleh salah satu produsernya berlibur ke French Riviera, Prancis. Malam harinya dia diminta datang ke sebuah pesta di Hotel du Cap Eden Roc.

Tanpa curiga, Argento mau saja mengikuti ajakan itu. Kemudian dia dibawa masuk ke sebuah kamar. Dia bingung karena justru suasananya sepi, tidak ada orang berpesta. Sang produser kemudian meninggalkannya. Ternyata di kamar itu sudah ada Harvey. Dia cuma mengenakan jubah mandi. Setelah basa-basi, lelaki itu lantas meminta Argento memijatnya. Argento tidak bisa menolak. Ketika sedang memijat, Harvey mendadak menarik rok Argento dan mencabulinya.

Argento berontak dan berulang kali meminta Harvey berhenti. Namun, badannya yang kecil membuatnya tak bisa apa-apa karena Harvey bak raksasa. Alhasil, saat itu dia mengaku pura-pura pasrah supaya Harvey lekas menyudahi perbuatannya.

Dikira itu adalah perbuatan pertama dan terakhir kalinya dilakukan Harvey. Ternyata Argento keliru. Selama lima tahun kemudian dia seolah tak berdaya dan menjadi budak syahwat Harvey. Dia mengaku ketika itu tidak punya pilihan lain. Sebab, dia dikontrak oleh perusahaan Weinstein dan merasa Harvey sedang di atas angin. Namun, akhirnya hal itu berhenti juga dengan sendirinya.

Pada 2000, Argento menulis dan menyutradarai sebuah film. Di dalam jalan ceritanya ada sebuah adegan seorang produser film memperkosa karakter dimainkannya. Dia lantas membuat adegan itu semirip mungkin dengan kejadian antara dia dan Harvey.

"Harvey sempat melihat film dan cuma tertawa dan mengatakan, 'lucu juga'," kata Argento, seperti dilansir dari laman The Guardian.

Dugaan pelecehan seksual dilakukan Harvey sebagai seorang produser terhadap aktris atau pegawai perusahaan bukan cerita baru. Sejumlah kisah soal produser nakal di Hollywood sudah menghiasi sejarah.

Kebanyakan aktris atau aktor enggan berhadapan dengan Harvey atau mengkritik kelakuannya. Sebab di mata mereka, lelaki berperawakan tambun itu bagai Tuhan. Jejaring pertemanannya luas hingga jajaran politikus, bahkan akrab dengan Barrack dan Michelle Obama. Pengaruhnya di dunia perfilman pun sangat kuat. Sejumlah film digarapnya menyabet piala Oscar atau Academy Award. Ibaratnya dia adalah penentu hidup matinya karir bintang film. Sekali membuatnya kecewa, habis sudah.

"Ini Harvey Weinstein. Mustahil melawannya. Saya sudah enggak mau lagi kerja sama dia, dan saya yakin tidak bakal ada yang peduli atau mempercayai saya," kata Katherine Kendall.

Kendall mengaku sempat dilecehkan Harvey. Menurut dia, suatu waktu Harvey membuka paksa bajunya dan mengejar dia di ruang tamu rumah.

Kelakuan buruk Harvey sudah dicoba diungkap sejak empat tahun lalu. Saat itu, pelawak Seth MacFarlane didapuk membacakan nominasi penghargaan Oscar buat pemeran wanita terbaik sempat nyeletuk, "Selamat, kalian lima perempuan tidak perlu lagi pura-pura tertarik kepada Harvey Weinstein". Undangan yang hadir pun tertawa mendengarnya.

Berkat hasil penyelidikan selama kurang lebih sepuluh bulan oleh jurnalis New York Times, Ronan Farrow, merupakan anak dari aktris Mia Farrow dan Woody Allen, Harvey akhirnya menemui balasan. Tabiat buruknya terhadap sejumlah perempuan selama ini disembunyikan oleh korbannya terkuak. Ronan juga yang membongkar perilaku ayahnya yang mencabuli saudara perempuannya.

Sejumlah korban Harvey adalah beberapa mantan pegawainya di Miramax dan The Weinstein Company, Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, Mira Sorvino, Rosanna Arquette, Asia Argento, dan diduga masih ada sekian nama lagi. Dari hasil wawancara dengan para korban, Ronan menarik benang merah modus pelecehan dilakukan Harvey.

Pertama Harvey mengajak korban bertemu dengan dalih rapat membahas film, skenario, atau naskah di tempat pribadi. Kemudian, setelah berbincang, Harvey meminta korbannya buat memijatnya. Setelah itu Harvey mulai melancarkan jurusnya dengan mengarahkan tangannya menggerayangi tubuh korban, menelanjangi mereka, dan memaksanya berhubungan badan.

Supaya tidak ada saksi saat dia beraksi, Harvey sudah punya resep khusus. Dia meminta asistennya mengatur jadwal dan tempat pertemuan, serta terkadang ikut mengantarkan aktris. Kemudian mereka pergi dan meninggalkan Harvey serta korban berdua saja. Terkadang usai pertemuan, staf Harvey kerap melihat raut wajah aktris berharap diorbitkan malah muram dan kecewa.

Setelah cela Harvey terbongkar, sejumlah tokoh penting dekat dengannya mengaku sangat kecewa. Barack Obama dan Michelle langsung membikin pernyataan tertulis kalau mereka merasa perbuatan Harvey sangat menjijikkan. Mereka mengutuk tingkah laku Harvey.

"Kita harus menghargai keberanian para perempuan yang mau mengungkap kisah menyakitkan ini," tulis Obama dalam pernyataannya.

Hillary Clinton yang juga dekat dengan Harvey merasa terkejut dengan pemberitaan skandal seks itu. Dia merasa tabiat Harvey harus dihentikan.

Meski demikian, beberapa aktor papan atas Hollywood membela Harvey. Contohnya aktor George Clooney mengatakan kalau dia tidak pernah sekalipun melihat Harvey melecehkan perempuan. Sedangkan Ben Affleck merasa pemberitaan tentang Harvey tidak berdasar.

Aktor Colin Firth yang juga diorbitkan Weinstein dan berhasil meraih piala Oscar melalui perannya dalam film 'King Speech' justru mendukung kesaksian para korban.

"Dia itu laki-laki yang kuat dan sukar dilawan. Para perempuan itu juga pasti ketakutan saat memilih buka suara. Namun, juga menyedihkan menjadi korban pelecehan. Saya memuji keberanian mereka," ucap Colin.

Setelah aksi pelecehannya terbongkar, Harvey nampaknya memilih menghindar dan terbang ke Eropa dengan alasan menjalani konseling kecanduan seks. Juru bicaranya menampik semua tuduhan itu dan menyatakan hubungan antara Weinstein dan sejumlah aktris sebatas profesionalitas.

Kendati begitu, sejumlah perempuan masih menanti keadilan. Mereka berharap apa yang menimpanya tidak terjadi lagi kepada wanita lainnya. [ary]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini