Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Saturnus Jadi Planet Pertama Diketahui Punya Lebih dari 100 Bulan

Saturnus Jadi Planet Pertama Diketahui Punya Lebih dari 100 Bulan Ilustrasi planet Saturnus. © Universetoday.com

Merdeka.com - Tim peneliti dari Universitas British Columbia menemukan 62 bulan baru yang mengorbit planet Saturnus. Temuan ini menjadikan planet bercincin itu planet dengan bulan terbanyak yaitu total 145 bulan.

Tim peneliti menggunakan data dari tahun 2019–2021 pada teleskop Kanada-Prancis-Hawaii yang terletak di gunung Mauna Kea untuk mengungkapkan penemuan baru ini.

Dengan menganalisis sekumpulan gambar yang diambil berturut-turut setiap tiga jam, peneliti dapat meneliti 62 bulan baru yang sebelumnya terlalu kecil dan buram untuk terdeteksi.

Beberapa dari bulan terkecil yang ditemukan baru-baru ini pada planet Saturnus hanya memiliki lebar sebesar 2,5 kilometer.

Enam puluh dua bulan baru yang ditemukan ini merupakan satelit ireguler, yaitu satelit alami yang mengikuti orbit yang jauh dari planetnya dan terkadang berputar berlawanan arah dari planet Saturnus.

100 juta tahun lalu

Sebagian besar dari bulan-bulan ini "menggumpal" dengan bulan-bulan lainnya dalam retrograde orbit yang serupa, menyiratkan bulan tersebut berasal dari bulan induk yang hancur jutaan tahun lalu.

Dilansir dari laman Live Science, Sabtu (13/5), Brett Gladman, profesor astronomi dan astrofisika dari Universitas British Columbia mengatakan,

"Seiring dengan pemutakhiran teleskop modern, kita dapat menemukan bulan-bulan berukuran sedang yang mengorbit planet Saturnus berlawanan arah hancur 100 juta tahun lalu."

Bulan-bulan baru ini rencananya akan diakui oleh International Astronomical Union, suatu kumpulan lebih dari 12.000 peneliti yang menentukan benda-benda langit.

Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP