Ribuan orang turun ke jalan tuntut Presiden Nikaragua mundur dari jabatannya

Selasa, 29 Mei 2018 13:00 Reporter : Farah Fuadona
Ribuan orang turun ke jalan tuntut Presiden Nikaragua mundur dari jabatannya Massa memblokade jalan di Nikaragua. AFP

Merdeka.com - Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di Nikaragua selama akhir pekan lalu. Mereka memblokir jalan-jalan menuntut Presiden Daniel Ortega dan Wakil Presiden Rosario Murillo, yang tak lain adalah istrinya untuk mundur dari jabatannya.

Para demonstran menyuarakan kekecewaan atas korupsi serta gaya otokratik Ortega dan Murillo, yang menerapkan kekuasaan pada pengadilan, militer dan dewan pemilihan. Sehingga rakyat tak memiliki kesempatan untuk mengubah politik negara dalam pemilihan.

Protes yang telah memblokir jalan utama seluruh negara Amerika Tengah itu, sebenarnya telah berlangsung sejak 18 April. Akibat aksi tersebut, setidaknya 83 orang telah tewas dan lebih dari 860 orang terluka, menurut polisi dan aktivis hak, dilansir dari Aljazeera, Selasa (29/5).

Kabar terbaru, setidaknya delapan orang tewas dalam 24 jam. Setelah kembali pecahnya aksi demo usai pembicaraan panjang antara pemerintah dan oposisi yang dimediasi oleh gereja.

Ortega yang merupakan mantan pemberontak Sandinista, pertama kali memerintah antara 1979 dan 1990, sebelum akhirnya kembali terpilih sebagai presiden 11 tahun lalu.

Ia telah mempertahankan kekuasaan dengan mempertahankan retorika kiri sambil memastikan akomodasi dengan industri swasta yang kuat dan menjaga perdagangan dengan Amerika Serikat.

Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) telah menyerukan Ortega untuk mengadakan pemilu dini.

Menteri Luar Negeri Denis Moncada mengatakan, pemungutan suara berarti membongkar tatanan konstitusional dan pemerintah yang terpilih secara demokratis.

Ortega dan Murillo terpilih pada November 2016 untuk masa jabatan yang berakhir pada Januari 2022. [frh]

Topik berita Terkait:
  1. Nikaragua
  2. Demo
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini