Rekrut 30.000 Relawan Uji Vaksin, Moderna Perbanyak Warga Hispanik dan Kulit Hitam

Jumat, 23 Oktober 2020 09:02 Reporter : Iqbal Fadil
Rekrut 30.000 Relawan Uji Vaksin, Moderna Perbanyak Warga Hispanik dan Kulit Hitam Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat, Moderna telah selesai merekrut sebanyak 30.000 sukarelawan. Mereka akan dilibatkan dalam tahap akhir pengujian klinis kandidat vaksin virus corona.

Uji coba kali ini melibatkan lebih banyak kalangan minoritas di AS yakni warga kulit hitam dan hispanik atau latin. Sebelumnya peneliti vaksin khawatir bahwa penelitian mereka yang lebih banyak diuji pada sukarelawan kulit putih tidak akan mampu meyakinkan kelompok minoritas bahwa vaksin berhasil di komunitas mereka.

Dikutip Business Insider, Kamis (22/10), 30.000 sukarelawan itu secara acak menerima dua dosis suntikan eksperimental vaksin atau suntikan air asin dengan plasebo. Hasil dari uji coba akan menunjukkan apakah vaksin dapat mencegah kasus Covid-19 yang bergejala. Hasilnya diharapkan akan keluar pada November.

Dari data yang dirilis, sekitar 11.000 peserta berasal dari komunitas minoritas, mencapai 37% dari uji coba. Itu termasuk lebih dari 6.000 orang yang diidentifikasi sebagai hispanik atau latin dan 3.000 yang mengidentifikasi sebagai kulit hitam atau Afrika-Amerika.

Merekrut kelompok minoritas telah lama menjadi kegagalan industri obat-obatan dalam melakukan uji coba. Studi vaksin virus corona awal, misalnya, sekitar 90% sukarelawan berkulit putih dan kurang dari 1% berkulit hitam.

Bagan menunjukkan perubahan dramatis di bulan terakhir percobaan, merekrut hampir seluruhnya sukarelawan non-kulit putih. Populasi percobaan terakhir adalah 63% berkulit putih, 20% Hispanik/Latin, 10% Hitam atau Afrika Amerika, dan 4% Asia.

2 dari 2 halaman

Pada pertengahan September, CEO Stephane Bancel mengatakan kepada Business Insider bahwa jumlah peserta dari kalangan kulit hitam "agak terlalu rendah", yang menyebabkan perlambatan yang disengaja. Moderna menutup situs percobaan yang tidak berhasil mendaftarkan orang kulit berwarna.

"Kami mengatakan mari kita memperlambat dengan pada dasarnya menutup situs yang tidak melakukan pekerjaan yang baik dalam merekrut minoritas, dan mari kita mendukung situs yang telah melakukan pekerjaan yang baik dalam merekrut minoritas," katanya.

"Kami ingin membuat vaksin ini jadi jika berhasil dan disetujui, orang-orang menggunakannya," tambah Bancel. "Akan sangat menyedihkan jika salah satu komunitas besar di negara ini tidak memiliki perwakilan yang cukup, bahwa orang-orang tidak merasa vaksin itu aman untuk kumpulan keragaman genetik mereka, dan efektif."

Moderna adalah salah satu dari dua pembuat vaksin terkemuka yang bertujuan untuk mendapatkan persetujuan darurat potensial sebelum akhir tahun ini. Program vaksin Covid-19 terkemuka lainnya dipimpin oleh Pfizer dan BioNTech, yang telah mendaftarkan kurang dari 40.000 orang dalam studinya, menurut pembaruan yang diberikan Senin. CEO Pfizer mengatakan perusahaan mungkin tahu apakah vaksin itu manjur atau tidak pada akhir bulan ini. [bal]

Baca juga:
Uji Coba Vaksin Covid-19 di Brasil Berlanjut Setelah Seorang Sukarelawan Meninggal
IDI Minta Program Vaksin Jangan Dimulai dengan Tergesa-gesa
Ridwan Kamil Siapkan Opsi Relawan dan Tempat Alternatif untuk Penyuntikan Vaksin
Satgas Beberkan Perkembangan Vaksin Covid-19
Satu Orang 45 Menit, Begini Teknis Simulasi Penyuntikan Vaksin Covid-19 di Depok

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini