Trump Umumkan Impor Solar dari Rusia, Zelenskyy Bereaksi

Trump menyatakan ada kesepakatan impor solar dari Rusia usai telepon dengan Putin. Ukraina menilai langkah itu mengecewakan. Ini detailnya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Trump Umumkan Impor Solar dari Rusia, Zelenskyy Bereaksi
<p>Presiden Donald Trump menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, Amerika Serikat, Jumat (15/8/2025). (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)</p>

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan impor solar dari Rusia untuk meredam lonjakan harga bahan bakar jelang pemilihan paruh waktu di AS. Langkah ini menandai perubahan tajam dari tekanan Washington terhadap Moskow terkait perang di Ukraina.

Trump menyampaikan pengumuman itu pada Jumat melalui media sosial setelah berbicara lewat telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, percakapan yang semula diperkirakan membahas dugaan wabah pes di Rusia. Mengutip APNews, Sabtu (10/10/2026), ia menyebut pasokan awal lebih dari 300.000 ton akan segera dikirim.

Trump menambahkan, tambahan 500.000 ton dijadwalkan pada November, disusul 1 juta ton "segera setelah itu". Rusia juga disebut akan mengirim 3 juta ton solar "dalam waktu singkat" setelahnya. Pengumuman itu bertolak belakang dengan undang-undang sanksi luas terhadap Rusia yang ditandatangani Trump bulan lalu untuk menekan pendapatan minyak dan gas Moskow yang menopang perang melawan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang mengecewakan. "Keputusan yang lemah, sayangnya, keputusan yang lemah dari mitra yang kuat," kata Zelenskyy. Kedutaan Besar Ukraina di Washington merilis pernyataan yang memuat komentar tersebut.

Pengumuman Trump muncul ketika utusannya, Steve Witkoff, bersama menantunya, Jared Kushner, bertemu pejabat Ukraina di Miami guna membahas proposal penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Zelenskyy mempertanyakan tujuan pertemuan itu di tengah kabar kesepakatan pasokan solar antara Washington dan Moskow.

"Saya yakin tim kami hanya sedang dimanfaatkan sebagai kedok. Dan itu tentu tidak adil. Tentu bukan seperti itu seharusnya para mitra memperlakukan satu sama lain," ujar Zelenskyy.

Kebijakan Impor Solar Trump Tuai Desakan dan Kecaman di Kongres

Keputusan Trump memicu pertanyaan mengenai kemungkinan Gedung Putih menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.

Undang-undang yang disahkan dengan dukungan mayoritas besar Kongres AS mengarahkan pemerintah menarget negara-negara yang membeli minyak dan gas Rusia. Pekan ini, sejumlah anggota parlemen mendesak pemerintahan Trump segera memakai instrumen yang tersedia untuk membantu Ukraina.

Pemimpin Minoritas Demokrat di Senat Chuck Schumer, Senator Jeanne Shaheen (Demokrat senior di Komite Hubungan Luar Negeri Senat), dan Senator Elizabeth Warren (Demokrat senior di Komite Perbankan Senat) mengecam pengumuman Trump. Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap Ukraina, sekutu-sekutu Eropa, dan keamanan nasional AS.

"Cukup sudah," tulis ketiga senator tersebut.

"Presiden harus mengakhiri perangnya dengan Iran, alih-alih mendanai mesin perang Rusia."

Harga bahan bakar global melonjak ketika perang di Iran mengguncang sektor energi. Meski harga kontrak berjangka solar turun usai pengumuman Trump pada Jumat, rata-rata nasional harga solar di AS masih tinggi, yakni US$ 6,28 per galon. Menurut American Automobile Association (AAA), angka itu turun dari rekor US$ 6,52 per galon pada 22 September.

Trump tidak menyinggung soal sanksi maupun perang Rusia di Ukraina dalam pengumumannya. Ia justru menekankan prioritas menurunkan harga bahan bakar bagi warga AS.

"Harga yang lebih rendah bagi warga Amerika, terutama petani, peternak, dan pengemudi truk kita yang hebat, adalah prioritas terbesar saya," tulis Trump.

Dalam kesempatan terpisah saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri kampanye, Trump kembali menyampaikan apresiasinya atas kesepakatan tersebut.

"Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Putin. Sejujurnya, minyak dalam jumlah sangat besar sedang masuk ke negara kami, dan itu adalah solar, yang memang kami inginkan. Jadi, terima kasih," kata Trump.

Ia tidak menjawab pertanyaan wartawan yang diteriakkan mengenai kritik Zelenskyy terhadap kesepakatan itu.

Detail Pembayaran dan Jadwal Pasok Solar Belum Dijelaskan

Gedung Putih belum segera menanggapi pertanyaan mengenai siapa yang akan membayar pasokan solar Rusia maupun kapan bahan bakar itu tersedia.

Dalam pernyataan yang dirilis Kremlin pada Jumat, Putin mengatakan dirinya dan Trump memberikan "perhatian yang signifikan terhadap prospek penyelesaian krisis Ukraina" dalam percakapan telepon mereka. Keduanya juga membahas situasi terkait Iran dan berbagai aspek hubungan bilateral.

Rusia, kata Putin, "menegaskan kesiapannya untuk memasok minyak dan produk minyak ke pasar Amerika dan global".

"Saya yakin hal ini akan memberikan dampak positif bagi seluruh perekonomian global," ujar Putin.

Sementara itu, ajudan kepresidenan Rusia Yuri Ushakov tidak bersedia menjelaskan apakah AS memberikan konsesi sebagai imbalan atas pasokan solar tersebut atau apakah ada janji tertentu yang diberikan kepada Rusia sebagai bagian dari kesepakatan.

Rekomendasi