Advertisement
Para penyelam angkatan laut tak sengaja temukan kapal karam berusia 2.200 tahun yang berada di sepanjang pantai Kroasia.
Foto ilustrasi
Dilansir dari Stars and Stripes, para penyelam ini sedang berlatih di pantai lepas Kroasia. Mereka kemudian melihat sesuatu dari dasar laut dan tersandung bangkai kapal kuno. Demikian menurut pernyataan pers dari Kementerian Budaya dan Media Kroasia pada 23 Juni lalu. (Foto ilustrasi)
Advertisement
Di lepas pantai
Pejabat setempat menyisir pesisir pantai dan memilih sejumlah lokasi yang memiliki struktur bangunan bawah laut yang tidak lazim untuk dijelajahi penyelam. Bangkai kapal berusia 2.200 tahun itu ditemukan di lepas pantai Pulau Šćedro. Ini adalah bangkai kapal ketiga yang ditemukan di dekat pulau itu sejak 2014.
Pejabat setempat kemudian memindai pantai pulau itu. Mereka mencari di dasar laut pada kedalaman sekitar 48,768 meter di bawah permukaan laut.
Sumber: stripes.com
Advertisement
Sebuah bangkai kapal berusia 2.200 tahun ditemukan. Arkeolog bawah air Saša Denegri dan Tea Katunarić Kirjakov mengidentifikasi bangkai kapal tersebut sebagai salah satu bangkai kapal paling awal yang terawetkan sepenuhnya di Laut Adriatik timur.
Advertisement
Kapal yang tenggelam itu memiliki tembikar Romawi kuno yang berasal dari abad ke-3 SM.
Advertisement
Arkeolog akan terus mempelajari situs kapal karam dan mencari cara untuk melindungi dan melestarikan reruntuhan, kata pejabat kementerian.
Advertisement
Illiria
Selama abad ke-3 SM, kekaisaran Romawi kuno berkembang di seluruh semenanjung Italia, menurut peta dari Britannica. Kroasia modern, bersama dengan negara tetangga lainnya, berada di bawah kekuasaan orang Iliria selama abad ke-3 SM, menurut Britannica. Seorang ratu Iliria "memusuhi Roma" dengan armada kapal besar selama periode ini, membuat Roma membalas. (Foto ilustrasi)
Advertisement
Pada 168 sebelum Masehi, kerajaan Romawi kuno sudah menguasai Illiria kemudian mengganti namanya menjadi Illiricum, kata Britannica. Illiricum masih berada di bawah kekuasaan Romawi sampai akhirnya kerajaan itu runtuh dan pecah pada tahun ke-4 Masehi.
(Foto ilustrasi) Reporter magang: Yobel Nathania