Pemerintah Mesir memberlakukan kebijakan jam malam di pusat kota Kairo sebagai upaya menekan lonjakan biaya energi. Pada 2 April 2026, suasana kota tampak lebih lengang dan gelap dari biasanya, dengan warga berjalan melewati deretan toko yang tutup lebih awal dari jam operasional normal.
Kebijakan ini mengharuskan toko, restoran, dan pusat perbelanjaan untuk menghentikan kegiatan pada pukul 21.00 mulai 3 April. Langkah tersebut diambil setelah tagihan energi nasional meningkat tajam, bahkan disebut telah melonjak lebih dari dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.
Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly menyampaikan bahwa kebijakan jam malam ini akan diberlakukan selama satu bulan pada tahap awal. Pemerintah berharap pembatasan aktivitas malam hari dapat mengurangi konsumsi listrik secara signifikan, terutama di sektor komersial yang menjadi penyumbang utama penggunaan energi di perkotaan.
Lonjakan biaya energi yang dialami Mesir tidak terlepas dari dampak konflik regional, termasuk perang yang melibatkan Iran. Situasi tersebut memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi di kawasan, sehingga mendorong pemerintah mengambil langkah cepat untuk mengendalikan pengeluaran nasional. Pemerintah menilai kebijakan ini sebagai langkah sementara yang dapat dievaluasi sesuai perkembangan kondisi energi dan ekonomi dalam beberapa pekan ke depan.