Pesawat angkut militer Antonov An-22 jatuh di Distrik Furmanovsky wilayah Ivanovo, Rusia pada Rabu (10/12) waktu setempat.
Pemerintah Rusia telah mengonfirmasi bahwa semua anggota awak pesawat militer AN-22 telah meninggal dunia setelah pesawat tersebut jatuh di wilayah Ivanovo, yang terletak sekitar 200 kilometer di timur Moskow.
Komite Investigasi Rusia menginformasikan bahwa kecelakaan ini terjadi saat penerbangan uji coba, meskipun tidak menyebutkan jumlah pasti personel yang berada di dalam pesawat tersebut. Namun, kantor berita pemerintah TASS melaporkan sebelumnya bahwa pesawat itu mengangkut tujuh awak, seperti yang dikutip dari laman Moscow Times pada Rabu (10/12).
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa penerbangan ini dilakukan setelah pesawat menjalani serangkaian perbaikan. Tim pencarian segera dikerahkan, dan penyelidikan resmi telah dimulai untuk menentukan penyebab dari kecelakaan ini.
Walaupun Rusia sedang terlibat dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun di Ukraina, pihak berwenang menegaskan bahwa tidak ada indikasi bahwa kecelakaan ini berkaitan dengan konflik atau adanya keterlibatan dari pihak Kyiv.
Menurut laporan dari harian bisnis Kommersant yang mengutip sumber anonim, kecelakaan ini diduga disebabkan oleh kerusakan teknis pada pesawat AN-22 yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun.
Insiden serupa dilaporkan semakin sering terjadi sejak invasi Rusia ke Ukraina, seiring dengan meningkatnya mobilisasi dan aktivitas militer di dalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan di sektor penerbangan militer Rusia semakin kompleks, dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari pihak berwenang untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa mendatang.
Antonov An-22, dijuluki "Antei", adalah pesawat angkut militer strategis berat yang dirancang oleh Biro Desain Antonov di Uni Soviet. Pesawat ini merupakan pesawat angkut turboprop terbesar di dunia, memegang gelar tersebut selama hampir 60 tahun.
Pertama kali diterbangkan pada 27 Februari 1965, An-22 menjadi salah satu inovasi penting dalam dunia penerbangan militer.
Pesawat ini dipamerkan secara publik di luar Uni Soviet pada Pameran Dirgantara Paris tahun 1965. Produksi An-22 berlangsung di Tashkent Aviation Plant, Uzbekistan, dengan total 66 unit diproduksi antara tahun 1965 hingga 1976. Pengguna utama pesawat ini adalah Angkatan Udara Rusia dan Aeroflot, yang memanfaatkan kemampuannya untuk mengangkut peralatan militer besar.
Dengan desain yang unik dan spesifikasi teknis yang mengesankan, Antonov An-22 dirancang untuk mengangkut berbagai jenis muatan, termasuk kendaraan lapis baja. Pesawat ini dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu yang tidak beraspal, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk operasi militer.
Advertisement
Advertisement
Spesifikasi Teknis Antonov An-22
Antonov An-22 memiliki sejumlah spesifikasi teknis yang menonjol, antara lain:
- Tipe: Pesawat angkut militer strategis.
- Panjang: 57,84 m.
- Tinggi: 12,54 m.
- Bentang Sayap: 64,40 m.
- Berat Kosong: 114.000 kg.
- Berat Lepas Landas Maksimum: 250.000 kg.
- Kapasitas Muatan Maksimum: 80.000 kg.
- Mesin Utama: 4 × mesin turboprop Kuznetsov NK-12MA.
- Kecepatan Maksimum: 740 km/jam.
- Jangkauan Operasional: 5.225 km.
Advertisement
Fitur dan Desain
Desain Antonov An-22 mengedepankan kemampuan kargo dengan sayap tinggi yang memberikan ruang kargo besar. Bagian depan badan pesawat bertekanan penuh, menyediakan ruang untuk awak dan penumpang. Pesawat ini dilengkapi dengan ramp kargo yang dapat diatur untuk memfasilitasi proses bongkar muat.
Keunggulan lain dari An-22 adalah kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di landasan pacu yang tidak beraspal. Konfigurasi ekor ganda memberikan kinerja mesin-mati yang lebih baik. Pintu kargo belakang dapat dibuka selama penerbangan, memungkinkan penurunan pasukan terjun payung dan peralatan.
Advertisement
Rekor Dunia yang Dicapai
Antonov An-22 telah mencetak 14 rekor dunia terkait muatan dan ketinggian. Salah satu rekor paling mengesankan adalah pengangkutan balok logam seberat 100 metrik ton ke ketinggian 7.848 meter pada tahun 1967. Pesawat ini juga mencetak rekor muatan maksimum 104.445 kg yang diangkat ke ketinggian 2.000 m.
Beberapa rekor kecepatan juga ditetapkan pada tahun 1972, termasuk kecepatan 608,5 km/jam di sirkuit tertutup 1.000 km dengan muatan 50.000 kg. Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari Antonov An-22 dalam dunia penerbangan.