Banjir Besar Terjang Thailand Selatan, Kamar Jenazah Penuh, Curah Hujan Tertinggi dalam 300 Tahun

Banjir parah melanda Thailand Selatan pada November 2025, menyebabkan kamarjenazah di wilayah terdampak melebihi kapasitas.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Banjir Besar Terjang Thailand Selatan, Kamar Jenazah Penuh, Curah Hujan Tertinggi dalam 300 Tahun
Siklon Senyar Landa Thailand, 10 Cabor SEA Games 2025 Dipindahkan dari Songkhla ke Bangkok ((c) AP Photo/Arnun Chonmahatrakool)

Thailand Selatan dilanda banjir parah pada akhir November 2025, menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam. Bencana ini tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga memicu masalah serius pada fasilitas vital. Situasi darurat ini menyoroti kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem yang semakin intens.

Salah satu dampak paling mengkhawatirkan adalah kondisi kamar jenazah di wilayah terdampak yang kini melebihi kapasitas. Lonjakan jumlah korban jiwa akibat banjir membuat rumah sakit kewalahan dalam penanganan jenazah. Pihak berwenang harus mencari solusi darurat untuk mengatasi situasi ini.

Insiden ini terjadi setelah hujan lebat terus-menerus yang dipicu oleh monsun timur laut dan sistem badai tropis. Curah hujan ekstrem tersebut telah berlangsung sejak awal November 2025. Peristiwa ini memaksa pemerintah mengambil tindakan cepat untuk menanggulangi dampak bencana yang meluas.

Penyebab dan Skala Bencana

Banjir di Thailand Selatan: Kamar Jenazah di Wilayah Terdampak Melebihi Kapasitas
Seorang warga melihat banjir dari rumahnya di distrik Ran-ngea di provinsi Narathiwat, Thailand selatan (26/2/2022). Hujan yang disebabkan oleh angin timur laut di atas Teluk Thailand terus © 2025 Liputan6.com

Banjir dahsyat yang melanda Thailand Selatan pada November 2025 disebabkan oleh kombinasi hujan lebat berkepanjangan. Monsun timur laut dan sistem badai tropis menjadi pemicu utama curah hujan ekstrem tersebut. Fenomena iklim La Niña dan perubahan iklim global turut memperparah intensitas cuaca ekstrem ini, menjadikannya salah satu bencana terburuk dalam sejarah.

Kota Hat Yai, salah satu daerah paling parah terdampak, mencatat curah hujan harian tertinggi dalam 300 tahun terakhir. Angka fantastis 335 mm tercatat dalam satu hari, menunjukkan betapa luar biasanya intensitas hujan. Kondisi ini menyebabkan luapan sungai dan banjir bandang yang merendam sebagian besar wilayah.

Setidaknya 10 provinsi di Thailand Selatan merasakan dampak langsung dari banjir ini. Wilayah terdampak meliputi:

  1. Songkhla
  2. Nakhon Si Thammarat
  3. Phatthalung
  4. Trang
  5. Satun
  6. Pattani
  7. Yala
  8. Narathiwat

Provinsi Songkhla, khususnya distrik Hat Yai, menjadi pusat perhatian karena tingkat kerusakan yang sangat parah. Lebih dari 3,22 juta orang terdampak dan hampir 740.500 rumah mengalami kerusakan di seluruh negeri.

Dampak Kemanusiaan dan Krisis Kamar Jenazah

Banjir ini telah menelan banyak korban jiwa, dengan laporan bervariasi antara 33 hingga 145 orang. Provinsi Songkhla mencatat jumlah korban tertinggi, mencapai 55 kematian pada 27 November 2025, yang meningkat drastis dari hari sebelumnya. Ribuan orang terpaksa mengungsi, bahkan kampus universitas diubah menjadi tempat penampungan sementara bagi para korban.

Krisis paling mencolok terjadi pada fasilitas kamar jenazah di Rumah Sakit Songkhla, yang merupakan fasilitas utama penampung jenazah korban banjir. Kapasitas kamar jenazah telah melebihi batasnya, memicu kekhawatiran serius. Seorang petugas bernama Charn menyatakan bahwa mereka "membutuhkan lebih banyak" ruang penyimpanan jenazah.

Untuk mengatasi lonjakan jenazah, pihak berwenang mendatangkan tiga truk berpendingin sebagai ruang penyimpanan sementara. Rekaman jurnalis AFP menunjukkan truk-truk ini diparkir di luar gedung rumah sakit. Rumah Sakit Songklanagarind di Songkhla bahkan menampung 110 jenazah, termasuk 23 jenazah yang dipindahkan dari rumah sakit lain akibat keterbatasan ruang.

Kepolisian setempat juga mengirimkan enam kontainer berpendingin tambahan untuk membantu penampungan jenazah. Proses identifikasi dan verifikasi dokumen jenazah menjadi lebih lambat dari biasanya. Antrean administrasi yang panjang menambah beban kerja petugas di tengah situasi darurat ini.

Respons Pemerintah dan Konteks Regional

Pemerintah Thailand segera mengumumkan keadaan darurat di provinsi Songkhla sebagai respons terhadap bencana ini. Langkah cepat juga diambil dengan menangguhkan sementara Kepala Distrik Hat Yai. Penangguhan ini dilakukan karena dugaan kegagalan dalam merespons kondisi darurat banjir dengan cepat dan efektif.

Upaya penanggulangan juga melibatkan pengerahan sekitar 200 perahu, 20 helikopter, dan satu kapal induk untuk evakuasi serta penyaluran bantuan. Pemerintah kini fokus pada fase rehabilitasi untuk memulihkan kondisi kota secepat mungkin. Pihak berwenang bahkan menggunakan drone untuk memetakan kondisi wilayah secara akurat.

Banjir di Thailand Selatan ini merupakan bagian dari serangkaian cuaca ekstrem yang melanda Asia Tenggara. Negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam juga mengalami banjir dan tanah longsor mematikan. Bencana serupa di Malaysia menyebabkan evakuasi hampir 45.000 warga, menunjukkan skala regional dari tantangan iklim ini.

Rekomendasi