Mayat Pastor Ditemukan Dibuang di Sungai, Kondisinya Terbungkus Plastik dan Tangan Terikat Kursi

Kasus pembunuhan pastor di Meksiko ternyata bukanlah yang pertama kali terjadi.

Teddy Tri Setio Berty
Oleh Teddy Tri Setio Berty - Reporter
Mayat Pastor Ditemukan Dibuang di Sungai, Kondisinya Terbungkus Plastik dan Tangan Terikat Kursi
Ilustrasi banjir (© 2025 Liputan6.com)

Jenazah seorang pastor yang dilaporkan hilang sejak akhir Oktober 2025 di sekitar Mexico City, Meksiko, ditemukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan.

Tubuhnya ditemukan terbungkus plastik dan terikat pada sebuah kursi, kemudian dibuang ke dalam sungai. Pengumuman mengenai penemuan tragis ini disampaikan oleh kantor kejaksaan negara bagian Meksiko pada hari Kamis (13/11/2025).

Dua orang telah ditangkap karena diduga terlibat dalam pembunuhan ini, seperti yang dilaporkan oleh AP News pada Jumat (14/11).

Pastor Ernesto Baltazar Hernández Vilchis, yang berusia 43 tahun, menghilang pada tanggal 27 Oktober di Tultepec, sebuah wilayah di utara Mexico City.

Jenazahnya ditemukan pada hari Rabu, sekitar 15 kilometer dari lokasi terakhir ia terlihat. Saat ini, otoritas setempat sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap motif dan kronologi dari kasus ini.

Kekerasan terhadap pastor bukanlah fenomena baru di Meksiko, dan hanya sebulan sebelum kejadian ini, jenazah seorang pastor lain juga ditemukan di pegunungan negara bagian Guerrero, yang terkenal dengan kejahatan terorganisir.

Pastor Baru Bertugas

Menurut informasi yang diunggah di laman Facebook Paroki Santa Cruz Cantera di Tultepec, Hernndez Vilchis baru saja mulai bertugas di paroki tersebut sejak awal bulan Oktober.

Setelah kedatangannya, pihak paroki melaporkan adanya aksi pencurian, di mana penyusup memotong kabel kamera keamanan dan mencuri salah satu lonceng gereja.

Pihak paroki pun meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi pelaku pencurian tersebut. Sementara itu, kejaksaan belum mengungkapkan motif di balik pembunuhan ini.

Namun, mereka menyatakan bahwa pastor tersebut pergi sendirian menggunakan mobilnya ke sebuah rumah, di mana ia menghabiskan beberapa jam bersama seorang perempuan dan seorang laki-laki.

Keduanya diduga menyerang pastor menggunakan benda tajam, dan pasangan lain yang tiba di lokasi juga diduga ikut membantu menyembunyikan jenazah.

Pelaku utama, yang memiliki catatan kriminal terkait perampokan dengan kekerasan, telah ditangkap bersama pasangannya, sedangkan perempuan lain yang berada di lokasi masih dalam proses penyelidikan.

Menurut Pusat Multimedia Katolik, yang memantau kekerasan terhadap tokoh gereja, tercatat sebanyak 10 pastor dibunuh di Meksiko antara tahun 2019 hingga 2024.

Selama periode yang sama, terdapat sekitar 900 kasus pemerasan, ancaman pembunuhan, serta berbagai bentuk agresi terhadap anggota Gereja Katolik.

Rekomendasi