Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun, Hidup, Ukurannya Hampir 1 Meter

Ini adalah salah satu jejak kaki dinosaurus hadrosaurid terbesar yang pernah ditemukan.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun, Hidup, Ukurannya Hampir 1 Meter
Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 70 Juta Tahun, Hidup, Ukurannya Hampir 1 Meter (Merdeka.com)

Ahli paleontologi menemukan jejak kaki dinosaurus hadrosaurid yang hidup di Zaman Kapur sekitar 70 juta tahun lalu. Salah satu kaki berukuran sekitar 92 cm, menjadikannya salah satu jejak kaki hadrosaurid terbesar yang pernah ditemukan.

“Jejak kaki terbesar diyakini milik Saurolophus raksasa, yang diperkirakan memiliki total panjang tubuh melebihi 15 meter, bahkan melebihi ukuran Tyrannosaurus dan Tarbosaurus,” jelas ketua tim peneliti Dr. Shinobu Ishigaki dan rekannya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman Sci News, Minggu (2/2).

Saurolophus adalah genus dinosaurus hadrosaurid besar yang diketahui dari Formasi Horseshoe Canyon di Kanada dan Formasi Nemegt di Mongolia. Menurut ahli paleontologi, ini adalah salah satu dari sedikit genera dinosaurus yang berasal dari berbagai benua.

“Penemuan kami menunjukkan bahwa salah satu hewan bipedal terbesar yang pernah diketahui hidup di Mongolia, meningkatkan harapan akan penemuan sisa kerangka yang sama besarnya,” jelas tim peneliti.

Para peneliti juga menemukan jejak kaki sepanjang 24 meter yang terdiri dari 13 jejak kaki fosil, masing-masing berukuran sekitar 85 cm.

Penemuan Jalur Baru

Para peneliti mengatakan, mereka melakukan penyelidikan lanjutan di Gurun Gobi bagian barat dari 1-15 Juni 2024. Hasilnya, mereka menemukan jalur baru, termasuk tiga jejak kaki hadrosaurid terbesar yang pernah ditemukan dan rangkaian 13 jejak kaki fosil yang saling berkesinambungan.

“Identifikasi 14 jalur, termasuk satu jalur yang ditemukan sebelum tahun 2018, memungkinkan analisis postur, gaya berjalan, kecepatan, dan perilaku kelompok – detail yang tidak dapat disimpulkan dari fosil kerangka,” jelas para peneliti.

Mereka mengatakan, kerangka hadrosaurid terbesar yang diketahui sampai saat ini adalah milik Shantungosaurus, ditemukan di provinsi Shandong, China. Namun, lanjutnya, penemuan terbaru di Mongolia menunjukkan potensi untuk menemukan sisa-sisa kerangka yang sama besarnya di wilayah tersebut.

“Tujuan kami selanjutnya adalah menemukan kerangka lengkap Saurolophus besar pemilik jejak kaki ini,” pungkas Dr. Ishigaki.

Rekomendasi