WHO Sebut Ratusan Fasilitas Kesehatan di Lebanon Tutup Karena Serangan Israel, Petugas Medis Jadi Target Serangan

Sejak menyerang Lebanon pada 23 September, Israel telah membunuh lebih dari 1.300 orang.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
WHO Sebut Ratusan Fasilitas Kesehatan di Lebanon Tutup Karena Serangan Israel, Petugas Medis Jadi Target Serangan
Foto yang diambil dari Israel utara, di sepanjang perbatasan dengan Lebanon selatan, pada 30 September 2024 ini menunjukkan kebakaran setelah pengeboman Israel di sebuah wilayah di Lebanon se (© 2024 Liputan6.com)

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan sistem kesehatan Lebanon kesulitan mengatasi meningkatnya kebutuhan di tengah serangan Israel yang terus berlanjut ke negara itu.

Tedros menyampaikan 100 dari 207 pusat perawatan kesehatan primer di Lebanon yang dilanda konflik, telah ditutup karena meningkatnya kekerasan.

Selain itu, lima rumah sakit juga ditutup akibat kerusakan struktural setelah serangan.

"Serangan terhadap petugas dan fasilitas kesehatan, yang telah menyebabkan hampir 100 kematian, harus dihentikan," tegas Tedros, seperti dilansir Antara, Sabtu (12/10).

Mencatat peningkatan jumlah korban luka-luka, Dirjen WHO itu mengatakan sistem kesehatan di Lebanon terus berjuang untuk mengatasinya karena keterbatasan kapasitas sumber daya dan tenaga kesehatan.

Tedros menyerukan perlindungan segera bagi pasien dan petugas kesehatan.

Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon sejak akhir September lalu. Serangan Israel telah membunuh sedikitnya 1.351 orang, melukai lebih dari 3.800 orang lainnya, dan memaksa lebih dari 1,2 juta orang mengungsi.

Rekomendasi