Sidik Jari Misterius Berusia 3000 Tahun Ungkap Cara Orang Zaman Besi Bangun Rumah

Sidik jari di atas batu bata ditemukan para arkeolog di situs arkeologi Zaman Besi di Al Ain, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Sidik Jari Misterius Berusia 3000 Tahun Ungkap Cara Orang Zaman Besi Bangun Rumah
Temuan sidik jari berusia 3000 tahun di Abu Dhabi. ©Department of Culture and Tourism Abu Dhabi

Sidik jari di atas batu bata ditemukan para arkeolog di situs arkeologi Zaman Besi di Al Ain, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Sidik jari berusia 3000 tahun ini kemungkinan milik seorang pekerja saat membangun tembok di Hili 2, situs warisan budaya dunia UNESCO.

Dikutip dari laman Realm of History, Senin (20/3), sidik jari tersebut menunjukkan metode konstruksi zaman kuno untuk membangun tembok.

Para arkeolog mengajukan satu hipotesis berkaitan dengan bagaimana pekerja terlatih menggunakan tangan mereka untuk membuat lekukan pada batu bata.

Menurut Kepala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi, Mohamed Al Mubarak, metode itu dikenal sebagai 'katak', untuk mengikat campuran semen, terbuat dari gabungan lumpur, batu, dan air, sehingga menciptakan struktur yang terikat dengan baik.

"Kami gembira dengan hasil investigasi kami. Penemuan di Hili 2 mengungkap detail yang tidak diketahui sebelumnya terkait masa lalu kami, untuk kami dan generasi yang akan datang. Hasil arkeologi mengilustrasikan bagaimana nenek moyang kami menggunakan material yang tersedia, dengan cara yang canggih dan optimal, untuk membangun rumah dan gedung yang bertahan ratusan tahun," papar Mubarak.

Selain sidik jari, para arkeolog juga menemukan banyak petunjuk yang dapat menjelaskan bagaimana orang-orang Zaman Besi ini menjalani kehidupan komunal, mulai dari memasak bersama hingga bercocok tanam.

Peneliti menemukan sisa-sisa oven tanah liat yang cukup utuh yang disebut tannour. Tannour terbuat dari tanah liat, berisi batu bakaran yang dapat memanaskan dan memasak daging domba atau kambing secara efektif.

Tannour ditemukan di ruang publik – yang menunjukkan pola penggunaan sesekali oleh sekelompok besar keluarga. Selain itu, para arkeolog juga menemukan segel tanah liat dengan ukiran kijang, yang kemungkinan menunjukkan beberapa bentuk pemerintahan di daerah tersebut.

Rekomendasi