Professor Universitas Australia menjadi sandera di pegunungan Papua Nugini. Hal itu telah dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Papua Nugini James Marape.
Professor tersebut adalah seorang arkeolog di Universitas Australia. Ia sedang dalam kunjungan lapangan bersama beberapa mahasiswa dari kampus lokal di Papua Nugini.
Dilansir dari Reuters, Senin (20/2), dua sumber mengatakan mahasiswa tersebut juga menjadi sandera.
James Marape mengatakan polisi dan militer telah bersiaga. Pemerintah juga telah bekerjasama dengan misionaris yang berperan sebagai mediator.
“Kami ingin para penjahat itu membebaskan para sandera yang ditahan,” ujar Marape dalam siaran Televisi ABC.
“Tidak ada tempat untuk lari, tidak ada tempat untuk bersembunyi,” tambah Marape.
Identitas pria yang disandera tidak diungkapkan ke publik karena situasi yang sensitif.
Seorang sumber dari Papua Nugini mengatakan situasi saat ini adalah “momen krusial” dan mereka tidak bisa menanggapi lebih banyak. Ada keyakinan bahwa uang tebusan telah diminta.
Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia tidak memberi tanggapan atas permintaan komentar.
Reporter Magang: Yobel Nathania