Angka kematian karena virus corona di Italia kini sudah lebih banyak dari di negara mana pun, termasuk China, tempat awal mulai virus ini mereka Desember lalu. Kemarin Italia mencatat rekor angka kematian dalam sehari yaitu 427.
Laman BBC melaporkan, Jumat (20/3), jumlah kematian di Italia sekarang mencapai 3.405. Sedangkan di China ada 3.245 kematian yang dilaporkan, sehingga membuat selisih hingga 160 kasus dengan di Italia.
Status karantina wilayah yang diberlakukan pada 12 Maret di Italia telah diperpanjang melampaui tanggal semestinya, yaitu 25 Maret. Hampir semua orang Italia kini diminta untuk tinggal di rumah. Terlepas dari langkah-langkah ini, jumlah kasus baru dan kematian terus meningkat.
Ada 220.000 kasus virus corona di seluruh dunia dengan lebih dari 9.000 kematian.
Advertisement
China mengonfirmasi bahwa tidak ada kasus domestik baru pada hari Rabu untuk pertama kalinya sejak wabah terjadi. Tetapi, melaporkan 34 kasus baru di antara orang-orang yang baru saja kembali ke negara itu.
Jumlah kasus di China yang kini mencapai lebih dari 81.000, masih jauh lebih tinggi daripada di Italia, yang memiliki 41.035 kasus.
Italia telah menutup sebagian besar bisnis dan melarang pertemuan publik secara nasional pada 12 Maret sebagai upaya menghentikan penyebaran virus.
Bar, restoran, dan sebagian besar toko telah tutup, seperti halnya sekolah dan universitas.
Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan kepada surat kabar Corriere della Sera, "kita tidak akan dapat segera hidup kembali seperti sebelumnya" bahkan ketika virus itu berakhir.
Reporter: Benedikta Miranti Tri Verdiana
Sumber: Liputan6.com