Disponsori Israel, seniman Palestina boikot Festival Film Istanbul

Produser dan sutradara Palestina, May Odeh, juga mengungkapkan penarikan dirinya dalam diskusi panel di Festival Film Istanbul yang bertajuk 'Jembatan Pertemuan'.

Ira Astiana
Oleh Ira Astiana - Reporter
Disponsori Israel, seniman Palestina boikot Festival Film Istanbul
Ossama Bawardi (berbaju putih) bersama sineas film di Festival Film Internasional Dubai. ©2018 Merdeka.com

Seniman Palestina memboikot Festival Film Istanbul karena disponsori pemerintah Israel. Pemboikotan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap seruan Palestina untuk gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

Satu dari yang melakukan pemboikotan adalah kru film Wajib (2017). Mereka menarik film dari festival karena panitia penyelenggara menolak untuk membatalkan sponsor dari Art Israel.

"Seluruh kru film telah membatalkan rencana mereka menghadiri festival Istanbul tersebut," kata produser film Wajib, Ossama Bawardi, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (10/4).

Aktor utama film Wajib, Mohammad Bakri, juga memiliki pemikiran serupa. Dia dengan tegas menolak berpartisipasi dalam festival disponsori Israel karena negara tersebut telah melakukan serangan kepada warga sipil Palestina.

"Saya membatalkan kunjungan ke festival tersebut karena mereka berkolaborasi dengan Israel. Tentara negara tersebut telah menembaki orang-orang tak bersalah dalam Jumat Kelam terakhir di Gaza," tulisnya,

Produser dan sutradara Palestina, May Odeh, juga mengungkapkan penarikan dirinya dalam diskusi panel di Festival Film Istanbul yang bertajuk 'Jembatan Pertemuan'.

"Saya May Odeh, produser dan sutradara Palestina, dengan berat hati menyatakan akan membatalkan partisipasi saya dalam Festival Film Istanbul dan diskusi panelnya karena disponsori Israel," tulisnya di Facebook.

"Saya tidak percaya festival itu akan berkolaborasi dengan negara yang selalu melakukan kejahatan perang. Atas nama saudara saya di Gaza Yaser Murtaja yang dibunuh oleh militer Israel dua hari lalu saat dia mengenakan rompi pers dan atas nama semua martir dan tahanan politik, saya tidak akan hadir di Festival Film Istanbul yang memalukan itu," tambahnya.

Festival Film Istanbul merupakan festival film terbesar Turki. Festival yang sudah dihelat selama 37 tahun ini akan dimulai pada 6 April mendatang dengan 198 film yang dijadwalkan akan tayang.

Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Seni dan Budaya Istanbul (IKSV), yang didirikan oleh perusahaan Eczacibasi. Selain Eczacibasi sebagai sponsor utama, festival ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan Turki dan badan-badan resmi lainnya. Art Israel juga dicantumkan sebagai sponsor dari festival ini.

Rekomendasi