Insiden penembakan massal di gereja di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat, tidak hanya menewaskan orang dewasa, tetapi juga bayi, anak-anak, hingga ibu hamil. Jumlah korban tewas akibat insiden itu mencapai 26 orang.Dari sekian banyak korban tewas, ada satu kisah mengharukan dari seorang ibu dengan empat orang anaknya. Ibu bernama Joann Ward tersebut berusaha menyelamatkan keempat anaknya selama insiden dengan cara menjadi perisai.Kisah tentang Ward diunggah ke laman media sosial Facebook oleh pamannya, John Alexander, dan temannya Vonda Greek Smith.Alexander menyebut Ward sebagai ibu yang luar biasa karena rela mengorbankan nyawa demi anak-anaknya."Joann adalah ibu yang paling cantik yang bisa diandalkan oleh anak-anaknya. Anak-anaknya selalu bahagia tiap bersamanya," tulis Alexander, dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (7/11).Sementara Smith menuliskan kronologi saat Ward menyelamatkan keempat anaknya."Ward menjadikan dirinya sebagai perisai dan berusaha melindungi empat anaknya saat pria bersenjata melepaskan tembakan ke dalam gereja," cerita Smith.Meskipun akhirnya Ward dan dua anak perempuannya, Brooke Ward (5 tahun) dan Emily Garza (7 tahun), akhirnya tewas dalam insiden itu, namun dia berhasil menyelamatkan salah satu putrinya yang bernama Rihanna (9 tahun) dan anak laki-lakinya, Ryland."Saya tidak tertembak karena ibu mendorong saya untuk bersembunyi. Ibu lalu memeluk Emily, Ryland dan Brooke," lanjut Smith, mengutip kata-kata putri kecil Ward, Rihanna.Kini pihak keluarga sedang berusaha menggalang dana bagi salah satu anak Ward yang masih terbaring kritis di rumah sakit akibat terkena timah panas sebanyak lima kali."Ryland selamat namun terkena beberapa luka tembak. Dia sudah menjalani operasi besar dan masih harus menunggu beberapa lama untuk bisa sembuh total," pungkas Smith.
Ibu ini korbankan nyawa demi lindungi anaknya dari tembakan massal di gereja Texas
Ibu ini korbankan nyawa demi lindungi anaknya dari tembakan massal di gereja Texas. Insiden penembakan massal di gereja di Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat, tidak hanya menewaskan orang dewasa, tetapi juga bayi, anak-anak, hingga ibu hamil. Jumlah korban tewas akibat insiden itu mencapai 26 orang.
Advertisement
Rekomendasi