Jika AS berani menyentuh sejengkal saja wilayah kami maka mereka tidak akan lolos

'Jika AS berani menyentuh sejengkal saja wilayah kami maka mereka tidak akan lolos' . Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kim In Ryong mengatakan situasi di Semenanjung Korea saat ini sudah mencapai 'tahap genting dan perang nuklir bisa terjadi kapan saja'.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Jika AS berani menyentuh sejengkal saja wilayah kami maka mereka tidak akan lolos
Korea Utara luncurkan rudal Hwasong-12. ©REUTERS/KCNA

Wakil Duta Besar Korea Utara untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Kim In Ryong mengatakan situasi di Semenanjung Korea saat ini sudah mencapai 'tahap genting dan perang nuklir bisa terjadi kapan saja'.Kim menyatakan Korea Utara adalah satu-satunya negara di dunia yang menjadi korban ancaman serangan nuklir dari Amerika sejak 1970-an. Dia juga menuturkan negaranya berhak membela diri dengan memiliki senjata nuklir.Kim melanjutkan dengan menyatakan latihan perang saban tahun Korea Selatan dan AS menggunakan persenjataan nuklir itu berbahaya tapi yang lebih berbahaya adalah rencana AS yang ingin menggelar operasi rahasia menggulingkan pemimpin Korut Kim Jong-un.Tahun ini, ujar Kim, Korut sudah merampungkan armada nuklir yang mampu melancarkan berbagai macam variasi serangan, termasuk bom atom, bom hidrogen, dan rudal balistik antarbenua."Seluruh wilayah AS sudah dalam jangkauan serangan kami dan jika AS berani menyentuh sejengkal saja wilayah kami maka mereka tidak akan lolos dari hukuman balasan kami yang mematikan di segala penjuru dunia," kata dia memperingatkan, seperti dilansir laman the Washington Post, Selasa (17/10).Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan Ahad lalu, upaya diplomatik akan terus dilakukan untuk mengatasi krisis Korea Utara 'sampai bom pertama dijatuhkan'.Pernyataan Tillerson itu menunjukkan komitmennya untuk tetap berdiplomasi meski Presiden Donald Trump dalam kicauannya di Twitter beberapa pekan lalu menyatakan bawahannya itu hanya membuang waktu jika masih berunding dengan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Rekomendasi