Pakar hukum internasional asal Amerika Serikat, Julian Ku, mengatakan banyaknya kapal China di Scarborough Shoal bisa semakin meningkatkan tensi di kawasan Laut China Selatan. Scarborough Shoal merupakan terumbu karang milik Filipina dengan perairan tenang dan banyak ikan.Hal ini kemudian disimpulkan China akan membuat pulau di wilayah Scarborough Shoal."China selalu mengatakan jika mereka sudah mengklaim suatu wilayah, maka wilayah atau pulau itu adalah milik mereka," ujar Ku kepada awak media di Jakarta, Rabu (7/9).
julian ku ©2016 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta
Ku menyebutkan, pada 2012, nelayan Filipina diusir dari wilayah Scarborough Shoal oleh China karena mereka mengklaim wilayah tersebut adalah milik Beijing. Padahal jelas dalam hukum internasional bahwa karang itu milik Filipina.Sejak insiden itu, tensi di Laut China Selatan terus meninggi hingga saat ini.Meski demikian, Ku mengatakan cukup terkejut mengetahui kapal-kapal China hadir di wilayah tersebut. Pasalnya, menurut dia, kapal-kapal yang ada bukan hanya kapal nelayan melainkan kapal tongkang berisi pasir."Cukup mengejutkan. China berhasil membuat semua orang melihat mereka karena saat insiden terjadi presiden China dan Amerika Serikat bertemu di G20," ucapnya.China dianggap akan membuat pulau di karang tersebut, namun Beijing membantah isu itu. Mereka mengatakan para nelayan hanya memancing ikan saja di sana.Meski demikian, Ku tidak memungkiri adanya kemungkinan China akan membuat pulau di karang tersebut."Tidak menutup kemungkinan mereka akan membuat pulau buatan di wilayah Scarborough Shoal itu," pungkas dia.Wilayah Scarborough Shoal terdiri dari terumbu karang tempat ikan bersembunyi. Berdasarkan hukum internasional, Filipina yang memiliki wilayah ini.