Tiga singa di India terbukti makan manusia, dipenjara seumur hidup

Insiden di Gujarat ini menewaskan tiga orang, termasuk remaja 14 tahun. Awalnya 18 singa diperiksa ahli

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Tiga singa di India terbukti makan manusia, dipenjara seumur hidup
Singa diadili karena mangsa manusia. ©2016 Merdeka.com/BBC/Prashant Dayal

Dari 18 singa yang diadili oleh pawang serta warga di Taman Nasional Gir, Gujarat, India, disimpulkan hanya tiga yang benar-benar memangsa manusia. Oleh sebab itu, tiga singa tersebut akan dihukum penjara seumur hidup.

Stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (17/6) melaporkan singa pembunuh manusia itu terdiri atas dua betina dan satu jantan. Kepala Konservasi Taman Nasional Gujarat, A.P Singh, menyatakan hukuman bagi tiga singa itu sudah jalan terbaik bagi semua pihak.

Ketiganya akan dikurung dari kandang sepanjang sisa umur mereka terpisah di Kebun Binatang Junagadh serta di pusat penangkaran Gir.

"Yang pertama kali membunuh manusia adalah singa jantan. Dua betina itu hanya memakan sisa tubuh saja," kata Singh.

Adapun 14 singa lainnya yang sempat menjadi terdakwa pemangsa manusia, kembali dilepas ke alam bebas. Di Taman Nasional Gir, diperkirakan terdapat 500 ekor singa liar. Seringkali hewan buas ini memasuki pedesaan dan memangsa ternak warga. Namun baru tahun ini terjadi pembunuhan berantai pada manusia.

Untuk membuktikan tiga singa itu bersalah, digelar uji kotoran singa. Hal ini diungkapkan langsung oleh pakar hewan liar Ruchi Dave kepada BBC.

"Para petugas juga meneliti perilaku hewan. Singa yang memakan manusia biasanya langsung agresif begitu melihat orang," ujarnya.

Sudah ada tiga orang yang dimangsa para singa selama enam bulan terakhir. Korban terakhir adalah bocah 14 tahun yang diseret singa saat tertidur di teras rumahnya bulan lalu.

Mahkamah Agung India pada 2013 sudah memerintahkan Negara Bagian Gujarat agar mengurangi populasi singa serta harimau di Taman Nasional Gir. Di masa mendatang, dikhawatirkan konflik manusia-singa akan bertambah sengit karena berebut lahan dan semakin berkurangnya makanan.

Rekomendasi