Demi korban gempa, Taliban bantu lembaga asing salurkan bantuan

Korban tewas di tiga negara mencapai 311 orang. Mujahidin dilarang pimpinan Taliban mengganggu distribusi bantuan

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Demi korban gempa, Taliban bantu lembaga asing salurkan bantuan
Gempa 7,5 skala richter di Afghanistan. ©2015 REUTERS/Hazrat Ali Bacha

Kelompok militan Taliban mengumumkan gencatan senjata dengan seluruh musuhnya, termasuk militer Afghanistan maupun Pakistan, setelah gempa 7,5 skala richter menimpa kawasan utara tiga negara: Pakistan, India, dan Afghanistan.

Mujahidin anti-Barat ini sekaligus mengumumkan pada lembaga donor untuk tak segan-segan datang ke wilayah utara Afghanistan - basis mereka - bila ingin menyalurkan bantuan.

"Emirat Islam Afghanistan meminta warga dan pegiat kemanusiaan untuk tidak ragu membangun tenda darurat, menyalurkan makanan, dan membagikan obat kepada korban gempa," tulis pernyataan resmi Taliban yang disiarkan media Afghanistan.

Kantor berita Reuters, Rabu (28/10), mengatakan Pimpinan Taliban sekaligus mengumumkan agar para militan jangan sampai mengacaukan proses bantuan bagi korban gempa. "Mujahidin diharapkan membantu sebisa mungkin."

Para relawan asing sempat mengkhawatirkan keamanan mereka bila memasuki provinsi dikuasai Taliban. NATO juga terus menggodok rencana distribusi bantuan tanpa harus berurusan dengan para militan.

"Keamanan menjadi faktor utama yang membuat kerja kami tidak gegas," kata Direktur Badan Pengungsi Norwegia, Kjersti Haladseide.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hingga berita ini dilansir, korban tewas akibat gempa melanda tiga negara dua hari lalu mencapai 311 jiwa. Rinciannya, 237 orang tewas di Pakistan dan 74 orang tewas di Afganistan. Pusat gempa itu berada 196 kilometer di bawah pegunungan Hindu Kush di Provinsi Badakhshan, Afghanistan. Gempa ini nyaris serupa dengan peristiwa yang terjadi di 10 tahun lalu, di lokasi tak jauh berbeda.

Direktur PWNI dan BHI Lalu Muhammad Iqbal kepada merdeka.com menyatakan sejauh ini tidak ada WNI sedang berada di India, Pakistan, atau Afghanistan menjadi korban.

"Di Pakistan terdapat 1.000 WNI, 250 di wilayah kerja KBRI Islamabad, dan 750 di wilayah kerja KJRI Karachi, hingga saat ini belum ada laporan WNI yang jadi korban," kata Iqbal.

Walaupun ada retakan di wisma duta besar KBRI Ibu Kota Kabul, Afghanistan, namun semua staf dinyatakan selamat. Begitu pula dengan WNI yang ada di sana sekitar 130 orang, dan dinyatakan selamat.

Rekomendasi