Setelah ditembak rudal, Korsel berondong Korut di perbatasan

Serangan itu terjadi setelah Presiden Korsel Park Geun Hye menyatakan akan menindak tegas Korut jika membahayakan Korsel

Mustiana Lestari
Oleh Mustiana Lestari - Reporter
Setelah ditembak rudal, Korsel berondong Korut di perbatasan
Korut vs Korsel. ©2015 Merdeka.com

Ketegangan antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) makin memuncak. Pagi ini (20/8), Korea Utara melesatkan tembakan rudal kecil ke arah perbatasan DMZ, Gyeonggi, Korea Selatan. Militer Korea Selatan kepada KBS mengatakan tembakan tersebut terjadi pada pukul 07.00 pagi waktu setempat. Tembakan tersebut mengenai pengeras suara milik Korea Selatan. Pengeras suara tersebut selama ini menjadi siaran anti propaganda Korea Utara. Meski tidak ada yang terluka namun, sontak saja tembakan tersebut membuat tentara Korea Selatan langsung siaga. Dengan membawa persenjataan lengkap, tentara Korea Selatan berjaga-jaga.Terpancing, Korea Selatan pun membalas tembakan tersebut beberapa kali. Tembakan balasan tersebut dikonfirmasi kebenarannya oleh pihak Korea Selatan. Laman Mirror melaporkan bahwa serangan itu terjadi setelah Presiden Korsel Park Geun Hye menyatakan akan menindak tegas Korut jika membahayakan warga Korea Selatan.Presiden wanita pertama Korsel ini mendesak agar Pyongyang bangun dari mimpi untuk mempertahankan rezimnya melalui provokasi dan tekanan karena itu hanya menyebabkan Korut terisolasi dan hancur. Sementara CNN menyebut ketegangan itu terjadi setelah dua tentara Korea Selatan terluka akibat serangan di perbatasan beberapa waktu lalu.

Rekomendasi