Bom barel dan serangan udara lainnya dari pemerintah Suriah ke distrik Aleppo dan daerah sekitarnya sejak Januari tahun ini telah menewaskan 1.963 warga. Ini seperti dilaporkan sebuah kelompok pemantau hari ini.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan sekitar 567 anak-anak dan 283 wanita juga termasuk di antara mereka yang dipastikan tewas akibat serangan udara, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (30/5).
Laporan itu didasarkan pada jaringan dokter dan pegiat di lapangan.
Kelompok pemantau yang bermarkas di Inggris itu mengatakan para korban yang dicatatnya itu tewas antara 1 Januari lalu sampai Kamis malam kemarin di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di bagian utara dan sekitarnya.
Daerah Aleppo, bekas kota bisnis Suriah, terbagi dua antara pemerintah dan pemberontak sejak serangan pemberontak pada 2012.
Pesawat tempur pemerintah melancarkan operasi pemboman terhadap distrik-distrik dikuasai pemberotak di bagian timur pada pertengahan Desember, dan sering menjatuhkan bom-bom barrel.
Penggunaan senjata-senjata itu, yang tanpa kendali dan tidak dapat diarahkan ke target-target militer, dikecam masyarakat internasional dan kelompok-kelompok hak asasi.