Terbang di atas langit Asia Timur, astronot dari Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) mengambil gambar waktu malam di Semenanjung Korea.
Tidak seperti gambaran di siang hari, lampu-lampu kota di saat malam menggambarkan secara dramatis pentingnya ekonomi kota, yang diukur dengan ukuran relatif, seperti dilansir situs NASA Earth Observatory, Senin (24/2).
Dalam tampilan di langit utara, sangat jelas Seoul adalah sebuah kota besar dan pelabuhan di Kota Gunsan, Korea Selatan, sangat kecil dalam perbandingan. Ada sekitar 25,6 juta orang di daerah metropolitan Seoul, ini lebih banyak daripada setengah penduduk seluruh warga Korea Selatan, sementara penduduk di Gunsan hanya berjumlah 280.000 jiwa.
Korea Utara hampir benar-benar gelap dibandingkan dengan negara tetangga Korea Selatan dan China. Tanah dalam kegelapan muncul seolah-olah menjadi sebuah tambalan air yang menggabungkan Laut Kuning dan Laut Jepang. Ibu Kota Pyongyang, Korea Utara, tampak seperti sebuah pulau kecil, meskipun memiliki populasi penduduk 3,26 juta jiwa (per 2008). Pancaran cahaya dari Pyongyang setara dengan kota-kota kecil di Korea Selatan.
Garis pantai juga sangat jelas terlihat dalam gambaran di waktu malam seperti ditunjukkan di pantai timur Korea Selatan. Tapi garis pantai di Korea Utara sangat sulit untuk dilihat.
Perbedaan-perbedaan ini juga dapat diilustrasikan dari konsumsi daya listrik per kapita di kedua negara, di mana Korea Selatan berada di 10.162 kilowatt per jam sementara Korea Utara hanya 739 kilowatt per jam.
Foto astronot ISS038-E-38300 diperoleh pada 30 Januari 2014, dengan kamera digital Nikon D3S menggunakan lensa 24 milimeter, dan disediakan oleh Fasilitas Pengamatan Bumi ISS dan Earth Science dan Remote Sensing Unit, Johnson Space Center.
Gambar itu diambil oleh awak Ekspedisi 38. Foto itu telah melalui proses pengeditan dan dipertajam untuk meningkatkan kontras.